LDII Tanjung Baru Gelar Pengajian Rutin dan Peringatan Isra Mi’raj

Bandar Lampung (23/1). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tanjung Baru menggelar pengajian rutin yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Ghofur, Bandar Lampung, Rabu (21/1). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 jamaah yang terdiri dari pengurus dan warga LDII setempat.
Puncak acara diisi dengan penyampaian hikmah Isra Mi’raj oleh Muslimin Achyar. Ia menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. “Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi pelajaran penting agar umat Islam terus meningkatkan kualitas ibadah dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muslimin Achyar.
Menurutnya, pengajian rutin semacam ini diharapkan mampu mencetak generasi yang religius sekaligus profesional, dengan menjadikan nilai-nilai keteladanan Nabi sebagai pedoman. “Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada rutinitas seremonial, tetapi harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas ibadah masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap sinergi antara tokoh agama, warga, dan pemerintah terus terjalin dengan baik. “Dengan kebersamaan ini, warga LDII Tanjung Baru dapat terus berkontribusi menjaga kerukunan dan mengimplementasikan nilai-nilai kesalehan sosial demi kemajuan Kota Bandar Lampung,” tutupnya.
Pengajian ini menjadi momentum pembinaan keagamaan sekaligus penguatan keimanan dan ketakwaan jamaah. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan murrotal Al-Qur’an oleh Ade Kurniawan, dilanjutkan penyampaian makna Al-Qur’an oleh Nurcahyo.
Dalam kesempatan itu, hadir pula perwakilan aparat Kelurahan Tanjung Baru, Samino, yang membacakan sambutan Wali Kota Bandar Lampung sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Kehadiran aparat pemerintah tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara tokoh agama dan pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Oleh: Wahyu HW (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
