Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman, LDII Jambi Gelar Pengajian Akbar

Jambi (28/1). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jambi kembali menggelar pengajian akbar sebagai bagian dari upaya pembinaan umat, Sabtu malam (24/1), di Masjid Tawakkal, Jalan Kol. Pol. M. Thaher, Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan. Kegiatan ini disambut antusias ratusan warga yang memadati masjid sejak pukul 19.30 WIB.
Pengajian dibuka dengan tausiyah dari Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi, Nurhamid Hadi, yang menyoroti derasnya pengaruh negatif di era digital. Menurutnya, kemaksiatan kini semakin mudah diakses dan dapat mengancam ketahanan keluarga apabila tidak diantisipasi dengan baik. “Di tengah kerasnya tantangan zaman, benteng utama kita adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah SWT telah mengingatkan dalam Surat At-Tahrim ayat 6, ‘Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’. Ini adalah tanggung jawab setiap individu, terutama sebagai kepala keluarga,” tegas KH. Nurhamid.
Pada sesi kedua, Yoyok Dwi Sasongko menyampaikan materi tentang pentingnya pembinaan generasi penerus (generus). Ia menekankan bahwa peran orang tua dimulai sejak dini, mulai dari memberikan nama yang baik, menanamkan adab, hingga membentuk akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. “Pembinaan generus tidak berhenti saat anak beranjak dewasa, tetapi harus terus didampingi hingga memasuki jenjang pernikahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yoyok juga mengingatkan kriteria memilih pasangan hidup sesuai tuntunan agama, yaitu mengutamakan agama, kemudian paras, keturunan, dan harta. Menurutnya, prioritas yang tepat akan menjadi fondasi kuat dalam membangun keluarga sakinah dan berkarakter.
Salah satu warga, Ilman Nafi’an, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pengajian tersebut. “Materinya sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama bagi kami yang berupaya menjaga keharmonisan keluarga dan mendidik anak-anak di tengah derasnya arus digital,” ungkapnya.
Melalui pengajian ini, LDII Jambi berharap semangat warga dalam menuntut ilmu agama terus terjaga, sehingga mampu membentengi keluarga dan lingkungan sekitar dari pengaruh negatif, serta melahirkan masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

Oleh: Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
