LDII Pemanggilan Bina Kemandirian Ekonomi Kerakyatan Melalui Usaha Bersama

Lampung Selatan (28/1). Tidak hanya fokus pada pembinaan keagamaan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pemanggilan juga menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan syirkah atau kerja sama usaha dalam wadah Usaha Bersama (UB) SEJATI. Hal ini terlihat dalam kegiatan Musyawarah Para Pemegang Saham UB SEJATI yang digelar di Masjid Baitul A’la, Serbajadi 2 RT 05, Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan.
Ketua UB SEJATI, M. Syafril, menjelaskan bahwa usaha yang dikelola meliputi agen gas LPG 3 kilogram, agen air minum dalam kemasan, serta layanan perkreditan syariah. “Kami sengaja memilih usaha kredit syariah sebagai upaya memberikan solusi agar warga LDII terhindar dari praktik riba, sekaligus membantu kebutuhan ekonomi masyarakat secara sehat dan sesuai syariat,” jelasnya.
Sementara itu, Bendahara UB SEJATI, Ari Widiastuti, mengungkapkan bahwa sistem kepemilikan usaha menggunakan model lembar saham dengan nilai buku sebesar Rp10.000 per lembar. Pada pembagian hasil usaha tahun ini, keuntungan yang dibagikan mencapai Rp2.000 per lembar saham. “Keuntungan yang dibagikan cukup berarti bagi para pemegang saham. Selain itu, terdapat agio saham sehingga harga per lembar saham saat ini telah mencapai Rp20.000,” terang Ari, yang juga berprofesi sebagai guru Ekonomi dan Akuntansi.
Usaha bersama ini diikuti oleh warga LDII yang telah merintis syirkah usaha sejak beberapa tahun lalu. Hingga tahun buku 2025, UB SEJATI mencatat perkembangan yang signifikan. Total aset yang dimiliki telah mencapai lebih dari seperempat miliar rupiah, dengan keuntungan sekitar Rp57 juta, dari modal yang berhasil dihimpun sebesar Rp112 juta.
Melalui pengelolaan Usaha Bersama ini, LDII Pemanggilan berharap dapat terus mendorong kemandirian ekonomi kerakyatan, memperkuat solidaritas antarwarga, serta menciptakan sistem usaha yang aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah.
Oleh: Heri Pujiyanto (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
