MUI Kerinci Gelar Diklat Kader Ulama Angkatan I bagi Imam dan Khatib

Kerinci (28/1). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kerinci menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Ulama Angkatan I bagi imam dan khatib sebagai upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan ibadah dan dakwah di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (24/1) di Aula LP2M IAIN Kerinci Kampus 2 Sungai Liuk dan diikuti 30 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kerinci.
Ketua MUI Kabupaten Kerinci, Usman Yahya, menegaskan bahwa peran imam dan khatib tidak terbatas pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga moral, akidah, serta persatuan umat. “Imam dan khatib bukan hanya memimpin shalat. Mereka harus menjadi teladan dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kerukunan umat,” ujar Usman saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, MUI berperan sebagai penuntun moral dan penjaga akidah umat, yang salah satunya diwujudkan melalui pembinaan para imam dan khatib di tingkat akar rumput. Lebih lanjut, Usman menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan pemahaman sosial. “Seorang khatib harus memiliki pondasi keilmuan yang kuat, sekaligus mampu membaca konteks masyarakat. Khutbah harus disampaikan secara komunikatif dan moderat agar pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin benar-benar sampai,” jelasnya.
Diklat ini menghadirkan pemateri utama Sijum Latief, yang membawakan materi seputar metodologi dakwah dan teknik penyusunan khutbah Jumat yang efektif serta kontekstual. “Imam dan khatib adalah ujung tombak pembinaan umat. Mereka bukan sekadar juru bicara, tetapi juga problem solver yang menghadirkan solusi keagamaan secara membumi dan relevan,” tutur Sijum.
Materi diklat meliputi penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, fikih ibadah praktis, teknik penyusunan khutbah, hingga etika dakwah yang inklusif. Para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan praktik khutbah yang disertai evaluasi langsung dari pemateri.
Salah satu peserta, Ahmad Sobri, tokoh LDII Kecamatan Kayu Aro sekaligus pengurus MUI Kecamatan Kayu Aro, menyambut pelaksanaan diklat perdana tersebut. “Kami berharap melalui diklat ini MUI Kabupaten Kerinci dapat mencetak imam dan khatib yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjadi pilar penjaga kerukunan serta pencerah spiritual masyarakat Kerinci,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melahirkan kader-kader ulama pada angkatan berikutnya.
Oleh: Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
