Penyegaran Ustadz, LDII Banten Ikuti Diklat Dakwah

Jakarta (28/1). Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) bersama Majelis Taujih wal Irsyad DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khotib di Grand Ballroom Minhajurrosyidin (GBM), Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 13–18 Januari 2026 itu diikuti ribuan mubaligh LDII dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk utusan LDII Provinsi Banten.

Ketua Departemen PKD DPP LDII, Aceng Karimullah, menegaskan bahwa diklat ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dakwah, khususnya bagi para khotib salat Jumat dan Hari Raya. “Dalam satu pekan ada hari yang dimuliakan Allah SWT, yaitu hari Jumat. Pada hari itu umat Islam melaksanakan salat Jumat, dan tokoh sentralnya adalah khotib. Karena itu, melalui diklat ini kami berharap lahir khotib-khotib yang mampu memberikan pencerahan kepada warga,” ujar Aceng.

Ia menjelaskan, materi yang disampaikan dirancang agar khutbah dapat menenangkan hati warga dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Harapannya, setelah salat Jumat, ketauhidan warga semakin kuat, akhlaknya semakin baik, dan pemahaman hukumnya semakin mendalam,” tambahnya.

Senada dengan itu, Pengurus Majelis Taujih wal Irsyad DPP LDII, Hafiludin, menyampaikan bahwa diklat tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kualitas para khotib agar jamaah salat Jumat maupun Hari Raya dapat lebih khusyuk. “Dalam diklat ini dikaji berbagai tema khutbah yang bisa disesuaikan dengan waktu dan kondisi terkini. Misalnya pada bulan Ramadan, tema khutbah diarahkan pada keutamaan dan amalan Ramadan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa LDII telah memiliki buku pedoman ibadah, termasuk pelaksanaan salat Jumat yang mengikuti mazhab Imam Maliki. “Berkhutbah menggunakan bahasa Arab merupakan syarat wajib salat Jumat sesuai mazhab Imam Maliki,” tegasnya

Sementara itu, Ketua Biro PKD LDII Provinsi Banten, Choirul Hadi, yang hadir langsung bersama 20 utusan dari masing-masing DPD se-Banten, menyambut baik pelaksanaan diklat tersebut. “Diklat ini sangat kami tunggu-tunggu. Kami bisa menambah dan menyempurnakan materi khutbah agar sesuai dengan situasi dan kondisi terkini,” ungkapnya.

Ketua DPW LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, menambahkan bahwa diklat dakwah ini diikuti sekitar 350 ustadz se-Banten, baik secara luring maupun daring melalui sejumlah studio mini di wilayah Banten. “Kami berharap seluruh utusan dari PAC, PC, DPD, hingga DPW dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, sehingga kompetensi dai LDII di Banten semakin meningkat dan dakwah yang disampaikan tetap membawa nuansa sejuk,” pungkasnya.

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.