Riset Pendidikan Islam, Cendekiawan NU Dalami Model Dakwah dan Pendidikan LDII di Sulawesi Tengah

Palu (28/1). Dalam upaya mendalami keragaman model pendidikan Islam di Indonesia, cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Ali melakukan kunjungan dan observasi ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tengah. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari riset akademik yang tengah ia lakukan dalam rangka penulisan buku terbarunya.

Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, Zulkifli Lasamai, menyambut kunjungan tersebut. “Pendekatan akademik yang dilakukan Ahmad Ali menjadi jembatan penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta saling memahami antarorganisasi kemasyarakatan melalui perspektif ilmiah yang sehat dan konstruktif,” terangnya.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengapresiasi hasil pemikiran dan penelitian Dr. Ahmad Ali terkait LDII. “Ali memotret LDII dari perspektif yang berbeda sehingga tampak nilai-nilai kebajikan LDII. Selain itu, kajian tersebut didasari data lapangan yang nyata, terkini, serta menggunakan metode yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Atus.

Riset tersebut kemudian berlanjut ke berbagai wilayah lainnya. Terbaru, Ahmad Ali melakukan kunjungan kerja dan observasi ke DPW LDII Sulawesi Tengah sebagai bagian dari penulisan buku ketiganya yang berjudul “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”. Dalam kunjungan itu, ia mendalami praktik pendidikan dan dakwah LDII yang mengintegrasikan aspek keilmuan, pembinaan karakter, serta penguatan nilai kebangsaan.

Menurutnya, LDII memiliki kekhasan dalam membangun sistem pendidikan yang tidak semata menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter yang terukur melalui konsep Tri Sukses, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. “Model pendidikan seperti ini penting dikaji secara objektif agar publik memperoleh gambaran yang utuh tentang peran organisasi kemasyarakatan Islam di era modern,” pungkasnya.

Ahmad Ali merupakan dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, kemudian melanjutkan studi magister dan doktoral di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitiannya tentang LDII telah dimulai sejak 2021.

Buku pertamanya yang berjudul “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII, dari Amal Saleh hingga Kemandirian” terbit pada Juni 2023. Hingga kini, ia telah mengunjungi berbagai wilayah LDII di Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Sulawesi Tengah sebagai bagian dari riset berkelanjutan.

Sebelumnya, Ahmad Ali juga melakukan kunjungan ke LDII DIY pada Rabu (29/5/2024) dalam rangka riset penulisan buku keduanya yang berjudul “Model, Corak, dan Sistem Pendidikan di LDII dalam Platform Profesional Religius”. Dalam kunjungan tersebut, ia mengunjungi Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Arroyyaan–Baitul Hamdi, Kota Yogyakarta, serta bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh LDII dan MUI DIY. Kepada para santri, ia memberikan motivasi agar mahasiswa bersungguh-sungguh dan konsisten dalam menempuh pendidikan.

Oleh: Andhika Widiasto (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.