Cegah Penyakit Pascabanjir, LDII Lamongan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Lamongan (2/2). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lamongan menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir di Masjid Adzikra, Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Jumat (30/1).
Tim paramedis LDII Lamongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Wanita LDII Lamongan, Lastri Wahyuningsih, menemukan sejumlah keluhan kesehatan yang dialami warga. “Kebanyakan warga mengeluhkan pusing, demam, meriang, nyeri badan, serta batuk pilek. Keluhan ini umumnya berkaitan dengan kondisi lingkungan pascabanjir,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim paramedis juga memberikan pengobatan awal sesuai keluhan masing-masing warga. Bagi warga yang masih mengalami keluhan lanjutan atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, diarahkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Lastri, yang juga bertugas di Puskesmas Kecamatan Pucuk, menjelaskan bahwa pelayanan diberikan secara bertahap dan sesuai kebutuhan pasien. “Kami memberikan pengobatan simptomatis terlebih dahulu. Apabila obat habis atau kondisi belum membaik, warga kami sarankan melanjutkan pemeriksaan ke puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama,” jelasnya.
Salah seorang warga Desa Jelakcatur, Nikmatus Sa’diyah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut. “Bantuan dan pemeriksaan kesehatan dari Wanita LDII Lamongan ini sangat membantu kami, terutama di tengah kondisi banjir seperti sekarang,” ungkapnya.
Banjir yang melanda wilayah tersebut membuat warga rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan air kotor dan lingkungan yang lembap. Penyakit seperti batuk, pilek, demam, gangguan pencernaan, hingga gatal-gatal pada kulit kerap muncul setelah wilayah terendam banjir dalam waktu cukup lama.
Seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan diberikan secara gratis. Selain layanan kesehatan, Wanita LDII Lamongan juga menyalurkan paket sembako bagi warga terdampak banjir. Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan warga dapat terpantau dan tertangani sejak dini.
Oleh: Istiyan Zuhri (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
