Ratusan Muda-Mudi Ikuti Pengajian Pra Nikah LDII Gunungkidul

Gunungkidul (3/2). Bidang Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan pengajian muda-mudi di kompleks Masjid Al-Husna, Kemorosari 2, Kelurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Minggu (25/1).
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi Al-Qur’an oleh Ustadz Muhaimin Sugiyarto. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap fase kehidupan, termasuk sebelum menikah. “Persiapan menikah bukan hanya soal usia dan kesiapan lahiriah, tetapi juga bagaimana Al-Qur’an benar-benar membentuk cara berpikir dan bersikap dalam kehidupan,” ujarnya.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan pengembangan ekonomi sebagai bagian dari persiapan menuju pernikahan. Materi tersebut disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rosadi, yang mendorong generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi sejak dini. Menurutnya, kemandirian perlu diawali dengan keberanian memulai usaha dan mengelola potensi yang dimiliki. “Generasi muda perlu berani memulai, sekecil apa pun usahanya, karena kemandirian tidak datang secara instan,” jelasnya.
Sebagai penutup, Ustadz Wawan Untoro memberikan nasihat terkait pengelolaan penghasilan, perintisan usaha, serta pentingnya membangun jejaring yang sehat dan produktif. Ia menegaskan bahwa kesiapan finansial tidak semata ditentukan oleh besarnya pendapatan. “Penghasilan bisa dicari, tetapi mental bertanggung jawab dan kemauan untuk membangun jaringan positif harus dilatih sejak sekarang,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti 365 peserta yang merupakan pemuda-pemudi LDII dari delapan kapanewon, yakni Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari.
Pengajian mengusung tema “Memperkuat Kemandirian Generasi Muda Menuju Jenjang Pra Nikah” sebagai upaya membekali generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan menjelang pernikahan, khususnya kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi.
Melalui kegiatan ini, Bidang Pemuda LDII Gunungkidul berharap generasi penerus memiliki bekal keimanan, kemandirian ekonomi, serta sikap tanggung jawab dalam memasuki jenjang pranikah, sehingga mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah di masa mendatang.
Oleh: Fajar Sodiq (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
