Dialog Santai LDII dan FKUB di Mamuju, Bahas Penguatan Nasionalisme Islam dan Kerukunan Umat

 

Mamuju (6/2). Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Ahmad Ali, bertemu dengan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Barat, Nur Salim Ismail, dalam sebuah pertemuan informal di Kopi Kulo, Mamuju, Jumat (30/1).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPW LDII Sulawesi Barat Rianto, Ketua DPD LDII Mamuju Bambang Cahyadi, serta Dwi Pramono dari Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII. Dialog santai ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk membahas kontribusi LDII dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat nilai-nilai nasionalisme dalam perspektif Islam.

Ahmad Ali yang tengah melakukan riset penulisan buku berjudul “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia” menggali pandangan FKUB terkait peran aktif LDII dalam mendukung program-program pemerintah serta keterlibatannya dalam forum-forum kerukunan umat beragama.

“Bagaimana pandangan FKUB tentang keterlibatan aktif LDII dalam mendukung program pemerintah serta keaktifannya dalam forum kerukunan umat beragama?” ujar Ahmad Ali.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris FKUB Sulawesi Barat Nur Salim Ismail menyampaikan bahwa hubungan LDII dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, seperti NU dan Muhammadiyah, secara umum terjalin dengan baik, meskipun terdapat dinamika internal dan perbedaan kondisi di masing-masing daerah.

“Secara umum hubungan LDII dengan ormas-ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah cukup baik. Memang ada dinamika internal dan variasi di daerah, tetapi komunikasi tetap berjalan,” ungkap Nur Salim.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini unsur LDII belum secara formal tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama. Namun demikian, telah terdapat komunikasi dan diskusi mengenai kemungkinan keterwakilan LDII di dalam forum tersebut.

“Sampai sekarang LDII memang belum secara formal masuk ke FKUB, tetapi sudah ada pembicaraan dan diskusi terkait representasi serta peluang keikutsertaannya ke depan,” jelasnya.

Melalui dialog tersebut, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai peran strategis LDII dalam memperkuat nasionalisme Islam, menjaga persatuan bangsa, serta mendorong terciptanya kerukunan umat beragama di Sulawesi Barat.

 

 

 

Oleh: Shelynda Trifebriani Nursalam (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.