Jelang Ramadan, LDII Meruya Utara Gelar Bazar Murah untuk Bentuk Kemandirian Remaja

Jakarta (6/2). Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Meruya Utara menggelar bazar murah di lantai 2 Masjid Annur, Kompleks BPPT, Jakarta Barat, Minggu (1/2).
Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-10 tersebut tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Berbagai barang kebutuhan masyarakat, mulai dari peralatan elektronik, kebutuhan pokok, hingga pakaian layak pakai, disediakan dengan harga terjangkau dan diminati warga.
Pembina PAC LDII Meruya Utara Ngadiman menegaskan bahwa bazar murah merupakan agenda rutin yang diprakarsai oleh para remaja LDII setempat. Menurutnya, keterlibatan aktif remaja dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan menjadi media pembelajaran yang efektif.
“Bazar ini bertujuan untuk melatih dan membentuk 29 karakter luhur remaja LDII, di antaranya kemandirian, kepedulian, dan kekompakan,” ujar Ngadiman.
Ia berharap, melalui praktik langsung seperti ini, para remaja memiliki kesiapan mental, karakter yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh tanggung jawab dan keberkahan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Masjid Annur Sahal Nurhasan Al Ubaidah menjelaskan bahwa komoditas yang dijual sangat beragam guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
“Kami menjual berbagai macam barang, seperti laptop, sepatu olahraga, barang elektronik, makanan, minuman, hingga pakaian layak pakai. Kegiatan ini kami harapkan dapat membantu warga mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau sekaligus menumbuhkan kerukunan dan kekompakan antar muda-mudi,” jelas Sahal.
Antusiasme warga semakin terlihat saat sesi lelang digelar. Sejumlah barang seperti koper, tas, sepatu, hingga laptop dilepas dengan harga kompetitif dan menarik perhatian pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi.
Dengan suksesnya penyelenggaraan bazar murah ke-10 ini, PAC LDII Meruya Utara berkomitmen menjadikan kegiatan praramadan tersebut sebagai tradisi positif yang mengolaborasikan aspek sosial, ekonomi, serta pendidikan karakter bagi generasi penerus.
Oleh: Cak Aziz01.03 (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
