LDII Muba Gelar Kelas Pranikah, Bekali Generasi Muda Menuju Rumah Tangga Sakinah

Musi Banyuasin (4/2). Keputrian LDII Kabupaten Musi Banyuasin Zona Sungai Lilin dan sekitarnya menyelenggarakan pembekalan pranikah bertema “Menata Diri, Menjemput Cinta yang Diridhoi”. Kegiatan tersebut diikuti remaja putri dan wanita usia siap menikah sebagai persiapan menuju kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, baik dari sisi kesiapan mental, psikologis, maupun bekal ilmu agama, agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab sesuai tuntunan Islam.
Pemateri pertama, Erni Latifah, menyampaikan pembekalan dari sisi psikis dan mental. Dalam pemaparannya, Erni menekankan pentingnya kesiapan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan, termasuk kemampuan mengelola emosi, komunikasi yang sehat, serta membangun mental yang kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.
Peserta juga diajak untuk mengenal diri sendiri, memperbaiki pola pikir, serta menumbuhkan kedewasaan sikap agar mampu menjadi pribadi yang sabar, bijak, dan bertanggung jawab.
Pemateri kedua, Erida Wahyuni, memberikan pembekalan dari sisi ilmu agama. Erida menjelaskan, pernikahan merupakan ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT, sehingga harus dipersiapkan dengan ilmu dan pemahaman yang benar. Materi yang disampaikan mencakup tujuan pernikahan dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri, serta pentingnya menjadikan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai pedoman dalam membina rumah tangga.
Peserta juga diingatkan agar senantiasa menjaga niat, akhlak, dan ketaatan agar cinta yang diraih benar-benar mendapat ridho Allah SWT.
Melalui kegiatan pembekalan pranikah ini, Keputrian LDII Muba Zona Sungai Lilin berharap para peserta dapat lebih siap secara lahir dan batin dalam menapaki jenjang pernikahan, serta mampu menata diri untuk menjemput cinta yang suci, berkah, dan diridhoi Allah SWT.
Terpisah, Ketua LDII Musi Banyuasin Daud Sobri menegaskan kegiatan serupa dilaksanakan di beberapa zona mengingat luasnya wilayah Musi Banyuasin.
“Kita galakan pembinaan mulai dari usia PAUD, TK, praremaja, remaja hingga pranikah. Mengingat tantangan zaman dan derasnya pengaruh dekadensi moral remaja. Adapun pembinaan mental spiritual pasca menikah hingga manula kita bekerja sama dengan majelis taklim dan masjid di bawah Pimpinan Cabang tingkat kecamatan dan Pimpinan Anak Cabang di level desa dan kelurahan,” pungkasnya.
Oleh: Daud SOBRI (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
