Serunya BCM Anak LDII Sindangkasih, Belajar Karakter dengan Metode Happy Learning di Masjid

Purwakarta (4/2). Suasana Masjid Al-Muflihun, PAC LDII Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta, tampak semarak pada Selasa (3/2). Sejumlah anak mengikuti kegiatan Building Character Movement (BCM) yang dikemas dengan metode pembelajaran menyenangkan (happy learning).
Kegiatan BCM tersebut merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda LDII yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan. Dalam kegiatan itu, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti permainan terarah, story telling, drama, lagu, serta yel-yel yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini.
Penanggung jawab program BCM, Johnp Harpendi, menjelaskan bahwa metode BCM dirancang agar proses pembelajaran berlangsung aktif dan menyenangkan, sehingga materi pembinaan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.
“Dalam metode BCM, materi disampaikan melalui permainan edukasi, cerita, drama, lagu, dan yel-yel. Guru dibantu fasilitator yang merupakan para mubaligh dan mubalighot di lingkungan PAC LDII Sindangkasih. Mereka telah mengikuti pelatihan serta peningkatan kapasitas terkait pembelajaran metode BCM,” ujar Harpendi.
Ketua PAC LDII Sindangkasih, Parijan, menuturkan bahwa masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, termasuk pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sekaligus membentuk kepribadian yang berakhlak mulia,” kata Parijan.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan program BCM yang dinilai sejalan dengan visi pembinaan generasi muda LDII. Diketahui, LDII memiliki program pembinaan generasi muda yang terbagi dalam beberapa tahapan usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja, hingga pra-nikah.
Melalui pembinaan tersebut, LDII berupaya mewujudkan sumber daya manusia profesional religius yang memiliki 29 karakter luhur, khususnya berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri.
Kegiatan BCM di Masjid Al-Muflihun diharapkan menjadi sarana pembinaan yang efektif sekaligus menyenangkan, serta memberikan kontribusi positif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.
Oleh: KG Ing Suro (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
