Warga LDII Kebumen Terima Sosialisasi Pengelolaan Sampah dari DLHKP

 

Kebumen (6/2). Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kabupaten Kebumen menggelar sosialisasi pengelolaan sampah bagi warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Baitussyakur, Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan, pada Kamis (5/2).

Sosialisasi ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari santri Pondok Pesantren Baitussyakur, tokoh masyarakat, serta pengurus LDII dari tingkat DPD, PC, hingga PAC. Hadir pula Kepala Desa Kuwaru, Sodikin, dan jajaran pengurus Yayasan Pondok Pesantren Baitussyakur.

Materi disampaikan oleh petugas DLHKP Kebumen, Sri Hermanu Sasongko, yang memaparkan program pengelolaan sampah terpadu. Salah satu fokus utama ialah kampanye “Sampahku, Tanggung Jawabku” yang menekankan pentingnya peran individu dalam mengelola sampah yang dihasilkan.

Sri Hermanu menjelaskan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, menjadi sumber penyakit, serta mengganggu kenyamanan dan konsentrasi belajar para santri. Ia juga menegaskan bahwa menjaga kebersihan selaras dengan ajaran Islam, sehingga pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga membawa nilai keberkahan.

Ia turut mengingatkan bahaya membakar sampah, antara lain pencemaran udara, gangguan kesehatan, kerusakan ekosistem, kontribusi terhadap perubahan iklim, hingga risiko kebakaran. Selain itu, kebiasaan membuang sampah sembarangan, baik di lahan terbuka maupun ke sungai, dapat menyebabkan pencemaran berat, banjir, pendangkalan sungai, munculnya penyakit, serta berimplikasi hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Hermanu mengajak peserta membiasakan praktik pengurangan dan daur ulang sampah dalam kehidupan sehari-hari dengan memilah sampah organik dan nonorganik. Ia menekankan penerapan konsep 3R, yaitu reduce (mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah), reuse (memanfaatkan kembali barang yang masih layak), dan recycle (mendaur ulang sampah menjadi produk bermanfaat).

“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi, seperti diolah menjadi pupuk organik, biogas, bahan bakar dari plastik, hingga produk daur ulang bernilai guna.

Sri Hermanu menegaskan, DLHKP Kebumen berkomitmen terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia menutup pemaparannya dengan mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman, sebagai penguat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen, Margono Edi Karsanto, menyampaikan komitmen LDII untuk meningkatkan kesadaran santri dan warga terhadap pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan.

“Kami percaya, dengan kerja sama dan partisipasi aktif semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong aksi nyata dalam pengelolaan sampah,” ungkapnya.

 

 

 

Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.