Muhammadiyah Sulbar Sambut Riset Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII

Mamuju (8/2). Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali MD, melakukan kunjungan ke Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Barat di Muhammadiyah Boarding School (MBS) At Tanwir, Mamuju, Kamis (29/1).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari riset lapangan untuk penulisan buku berjudul “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”. “Kunjungan ini selain untuk silaturahim, juga menjadi bagian dari riset mengenai nasionalisme dan peran dakwah LDII menurut perspektif Muhammadiyah di Sulawesi Barat,” ujar Dr. Ahmad Ali MD.
Kunjungan tersebut disambut Ketua PW Muhammadiyah Sulbar, Wahyun Mawardi. Ia menilai LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang telah lama hadir dan dikenal di Sulawesi Barat. “LDII merupakan ormas yang telah diakui oleh MUI, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa warga LDII dikenal memiliki etika sosial yang baik dan berkontribusi positif di masyarakat. “Salah satu pekerja bangunan di kampus kami merupakan warga LDII. Ia bekerja dengan baik, profesional, dan tidak perlu diawasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulbar, Rianto, menegaskan komitmen LDII untuk terus menjalin silaturahmi dan memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. “LDII selalu terbuka untuk berkolaborasi dan hadir dalam kegiatan lintas ormas demi persatuan dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Rombongan dipimpin Rianto, didampingi Ketua DPD LDII Mamuju, Bambang Cahyadi, serta Dwi Pramono dari Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII. Kegiatan ini bertujuan menggali pandangan Muhammadiyah terkait kontribusi LDII dalam penguatan nilai-nilai nasionalisme melalui dakwah, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara LDII dan Muhammadiyah, sekaligus memperkuat kerja sama dalam membangun dan memberdayakan umat. Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII”, kalender, serta Majalah Nuansa sebagai simbol silaturahmi dan penguatan kerja sama kelembagaan.
Oleh: Shelynda Trifebriani Nursalam (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
