Tak Menunggu Kaya, Warga LDII Gelar Santunan Anak Yatim

Kampar (8/2). Spirit berbagi dan kepedulian sosial ditunjukkan Suparjo, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, dengan menggelar kegiatan santunan anak yatim di kediamannya, Selasa (3/2).
Dalam sambutannya, Suparjo menegaskan bahwa berbagi tidak harus menunggu kondisi ekonomi mapan. “Berbagi itu tidak harus menunggu kita banyak harta. Yang dikhawatirkan, seandainya kita ditakdirkan banyak harta, justru malah lupa berbagi,” ujarnya.
Kepala Desa Pancuran Gading yang diwakili Sekretaris Desa (Sekdes) Hazri mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Saya mewakili kepala desa, semoga acara seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya,” kata Hazri.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PAC LDII Pancuran Gading, Nurahman. Ia berharap kegiatan santunan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. “Semoga langkah Bapak Suparjo ini bisa menginspirasi kita semua untuk lebih peduli dan menyayangi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung di rumah Suparjo, Jalan Melur 2 RT 011/RW 004, pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga Dewan Penasihat dan Ketua PAC LDII Pancuran Gading. Kehadiran para pemangku kepentingan itu mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan desa.
Kegiatan santunan berlangsung sederhana namun khidmat. Selain memberikan bantuan materi, acara tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Suparjo menunjukkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari langkah kecil dan niat yang tulus. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi dan mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar, khususnya terhadap anak-anak yatim.
Oleh: rahman (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
