Pengajian Wanita LDII Jombang Fokuskan Pemahaman Bersuci Diri dan Hati

 

Jombang (9/2). Pengurus Wanita Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang memfokuskan peningkatan pemahaman bersuci diri dan hati melalui kegiatan Pengajian Wanita yang digelar pada Minggu (1/2). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Ulya, Kepatihan, Jombang, dan diikuti oleh ratusan peserta.

Pengajian ini diikuti oleh remaja putri berusia 17 tahun ke atas serta ibu-ibu pengajian. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dengan mengangkat tema “Bersesuci Diri dan Hati”.

Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan pemahaman perempuan muslimah tentang pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin sebagai bagian dari keimanan. Bersuci dinilai menjadi syarat sah dalam berbagai ibadah serta fondasi utama dalam kehidupan seorang muslimah.

Pada sesi pertama, kajian dalil-dalil terkait bersuci disampaikan oleh Hj. Ummi Salamah. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa setiap perempuan pasti mengalami masa haid sehingga diperlukan pemahaman yang benar dan bijak sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

“Setiap perempuan pasti mengalami masa haid, sehingga diperlukan pemahaman yang benar dan bijak sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Materi ini disampaikan untuk membimbing perempuan agar mampu menjaga kesucian diri dan hati,” ujarnya.

Sesi kedua diisi dengan sharing serta praktik kesucian yang disampaikan oleh Hj. Lasti’ah. Ia menjelaskan pentingnya praktik langsung dan petunjuk implementasi yang jelas terkait bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar. Menurutnya, meskipun topik tersebut kerap dianggap tabu, namun memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah seorang muslimah.

“Praktik langsung dan petunjuk implementasi yang jelas sangat penting karena bersuci berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya amalan ibadah,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pengurus Wanita LDII Kabupaten Jombang berharap para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam menjaga kesucian diri dan hati, sehingga mampu mengamalkan ibadah dengan lebih benar, tenang, dan sesuai tuntunan agama.

 

Oleh: Yogi Ashidiqi (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.