Hidroponik Jadi Upaya Wanita LDII Lamongan Cegah Stunting

Lamongan (11/2). Wanita Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lamongan menggelar pelatihan budidaya sayuran hidroponik yang dirangkai dengan panen perdana di Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ (SAHA), Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, Minggu (25/1). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting.
Narasumber pelatihan, Kartono, menyampaikan materi teknis mulai dari pembibitan, peracikan nutrisi, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pengemasan. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung budidaya sayuran dengan memanfaatkan instalasi hidroponik yang tersedia di lingkungan pondok pesantren. “Melalui hidroponik, kita bisa menjamin kualitas sayuran yang dikonsumsi keluarga karena bebas dari pestisida kimia berbahaya. Ini merupakan langkah konkret kaum wanita dalam menyediakan asupan gizi berkualitas untuk mencegah stunting pada anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Wanita LDII Lamongan Lastri Wahyuingsih menekankan pentingnya konsumsi sayuran sehat sebagai bagian dari pola hidup sehat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil. “Pola konsumsi sayuran sehat menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting,” katanya.
Ia juga mendorong anggota Wanita LDII untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran hijau. “Cara ini lebih mudah diakses dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dan balita,” imbuhnya.
Pelatihan tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota Wanita LDII Lamongan. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Ketua Wanita LDII Lamongan Lastri Wahyuingsih, jajaran pengurus, perwakilan TP PKK Kabupaten Lamongan Pokja IV, serta pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lamongan Bidang Sosial dan Lingkungan Hidup, Nur Qomariyah.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan sistem hidroponik yang dinilai praktis diterapkan di lingkungan rumah tangga, khususnya bagi keluarga dengan keterbatasan lahan.
Pelatihan ditutup dengan panen perdana sayuran hijau. Peserta mengikuti proses panen hingga pengemasan agar kualitas hasil panen tetap terjaga. Melalui kegiatan ini, Wanita LDII Lamongan menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung kesehatan keluarga dan menyiapkan generasi yang sehat serta bebas stunting.
Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
