Ketua LDII Jatim Tekankan Peran Jurnalis Sampaikan Informasi Berimbang

Surabaya (11/2). Ketua DPW LDII Jawa Timur Moch. Amrodji Konawi menegaskan peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPW LDII Jawa Timur melalui Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Minggu (7/2).

“Dia bisa menyampaikan apa yang dilihat, apa yang dianalisis, dan apa yang ditulis secara apa adanya, sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan berimbang,” ujar Amrodji.

Ia berpesan agar peserta pelatihan menjadi jurnalis yang menyampaikan informasi secara faktual dan proporsional. Menurutnya, praktik pemberitaan yang tidak berangkat dari substansi kebenaran berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. “Jurnalis LDII harus tetap menyampaikan informasi secara jujur dan proporsional,” tegasnya.

Amrodji juga mengingatkan pentingnya peran jurnalis dalam mencegah penyebaran hoaks. Ia menilai hoaks memiliki dampak negatif karena dapat memicu fitnah dan perpecahan. “Ghibah saja tidak diperbolehkan, apalagi hoaks. Membicarakan keburukan orang lain, meskipun benar, tetap tidak dibenarkan untuk disebarluaskan,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa sepanjang 2026, DPW LDII Jawa Timur menargetkan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi sedikitnya 400 kader. “Termasuk hari ini diawali oleh Biro KIM DPW LDII Jatim untuk mendiklat kader di bidang pemberitaan dan media,” ujarnya.

Menurut Amrodji, pelatihan tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi media. Ia menjelaskan bahwa tugas jurnalis mencakup proses melihat, mengamati, menganalisis, menulis, hingga menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. “Harapannya, jurnalis mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami dan diterima masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustina, menilai pelatihan jurnalistik tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi di media sosial. “Penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen, yang berarti sebagian besar masyarakat sudah terhubung dengan internet,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut mempercepat arus informasi, namun juga meningkatkan risiko hoaks dan disinformasi. “Karena itu, kehadiran teman-teman jurnalis di LDII atau yang dikenal sebagai KIM sangat tepat. Ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi digital yang dilakukan LDII,” katanya. (Cak/Wid)

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.