LDII Kulon Progo: Pers Berperan Sajikan Informasi Edukatif dan Mencerahkan

Kulon Progo (11/2). Dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia menilai, pers yang sehat adalah pers yang mampu menjaga independensi serta tidak terjebak pada kepentingan politik maupun framing kekuasaan yang dapat merugikan publik.
Menurut KH Chriswanto, demokrasi sejatinya bertumpu pada kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan nurani masyarakat serta menyampaikan informasi yang jujur dan berimbang. “Jika pers sudah dikendalikan kepentingan politik atau digunakan untuk menekan rakyat, maka fungsi pers sebagai pengawal demokrasi akan melemah,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa ketika pers kehilangan independensinya akibat tekanan kepentingan politik atau ekonomi, maka perannya sebagai penjaga demokrasi juga akan melemah. “Jika pers sudah terkontaminasi kepentingan politik, apalagi digunakan untuk menekan rakyat, maka itu bukan pers yang diharapkan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan pers sebagai alat propaganda kekuasaan dapat merusak fungsi pers sebagai pilar demokrasi. Menurutnya, pers seharusnya menyajikan informasi yang valid, berimbang, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. “Pers harus membawa nilai-nilai nurani masyarakat, bukan sekadar framing atau kepentingan tertentu. Informasi yang disampaikan harus jujur dan dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada otoritas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Chriswanto juga menjelaskan peran LDII sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis dakwah Islam dalam mendukung kemajuan pers. Ia menilai, ormas Islam merupakan representasi nyata masyarakat karena bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan. “Ormas adalah pembawa aspirasi masyarakat. Karena itu, Ormas juga harus bebas dari kepentingan kekuasaan dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ormas memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Ormas berperan menyampaikan informasi dari bawah ke atas, sekaligus meneruskan kebijakan dari atas kepada masyarakat melalui komunikasi yang sehat dan berimbang, termasuk melalui pers. “Ormas harus lebih membawa kepada kepentingan masyarakat. Karena sebetulnya, yang lebih tahu tentang permasalahan yang ada di bawah, itu justru adalah ormas,” ujarnya.
KH Chriswanto juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi pers saat ini, terutama dengan hadirnya media sosial, baik dari sisi bisnis, kecepatan informasi, maupun tekanan dari warganet. Meskipun media massa telah berkembang menjadi komunikasi dua arah, namun dinilai masih kalah cepat dan “kalah berisik” dibanding media sosial. “Sehingga ada anekdot, no viral no justice,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD LDII Kulon Progo menilai pesan yang disampaikan Ketua Umum LDII sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga ruang publik tetap sehat, khususnya di daerah. “Pers di daerah harus tetap menjaga integritas, tidak mudah terpengaruh kepentingan tertentu, dan konsisten menyampaikan informasi yang edukatif serta membangun,” ujarnya.
Ia berharap, peringatan Hari Pers Nasional dapat menjadi momentum refleksi bersama agar insan pers terus meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi, serta memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dalam menyampaikan informasi yang mencerahkan dan bertanggung jawab.
Oleh: Andhika Widiasto (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
