Dadang Hidayat Terpilih pada Musda VI LDII Kota Jayapura, Buah Manis Perjuangan Sejak Kuliah di Uncen

 

Jayapura (17/2). Musyawarah Daerah (Musda) VI LDII Kota Jayapura resmi menetapkan Dadang Hidayat sebagai ketua masa bakti 2026–2031. Pelaksanaan Musda yang digelar pada Rabu (11/2) atau 23 Syakban 1447 H tersebut mendapat apresiasi dari jajaran LDII Papua Barat.

Ketua LDII Papua Barat, Suroto, menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musda VI LDII Kota Jayapura sekaligus mengucapkan selamat kepada Dadang Hidayat atas amanah yang diberikan. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut membawa keberkahan dalam mendukung program pembangunan di Kota Jayapura dan pengembangan kehidupan beragama, selaras dengan tema Musda, “Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mendukung Terwujudnya Kota Jayapura sebagai Kota yang Berbudaya, Religius, Mandiri, dan Sejahtera menuju Jayapura Emas.”

Musda VI yang digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura itu dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tema Musda yang dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia profesional religius melalui delapan klaster pengabdian.

Suroto mengungkapkan bahwa terpilihnya Dadang Hidayat mengingatkannya pada masa perjuangan ketika sama-sama menempuh pendidikan di Universitas Cenderawasih pada era 1990-an. Menurutnya, sebagian besar pucuk pimpinan LDII di Tanah Papua saat ini merupakan alumni perguruan tinggi di Jayapura, termasuk Universitas Cenderawasih (Uncen).

Ia menuturkan, pada masa kuliah, para mahasiswa dari berbagai jurusan dapat duduk bersama dalam satu wadah pengajian di bawah naungan LDII Kabupaten Jayapura saat itu. Kebersamaan tersebut menjadi fondasi pembinaan karakter dan kepemimpinan yang kini berbuah manis.

Sekretaris LDII Papua Barat, Agus Irawan, yang juga alumni Universitas Cenderawasih, membenarkan hal tersebut. Ia mengenang kebersamaan ketika berjalan kaki sekitar dua kilometer dari rumah kos di belakang Koramil Abepura menuju tempat pengajian di Jalan SPG Kotaraja atau Kompleks BTN Kotaraja.

“Ketika berjalan bersama, waktu seperti tidak terasa. Begitu pula saat pulang, semua terasa menyenangkan sambil mengulas materi pengajian, bercerita, dan sesekali bersenda gurau,” kenangnya.

Agus menambahkan, kebersamaan di bangku kuliah dan konsistensi mengikuti pengajian menjadi modal berharga dalam perjalanan pengabdian. Ia menyebut lima sahabat yang dikenal sebagai “lima serangkai” karena semangatnya dalam menghadiri pengajian meski harus berjalan kaki, yakni Muhammad Hasan, Dadang Hidayat, Agus Irawan, Syahrir Burhan, dan almarhum Bey Nurhadi.

Menurutnya, amanah kepemimpinan yang kini diemban Dadang Hidayat merupakan buah dari proses panjang pembinaan, kebersamaan, dan komitmen sejak masa mahasiswa, yang terus berlanjut hingga saat ini dalam pengabdian kepada umat dan bangsa.

 
 
 
 
 
 

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.