LDII KSB Berpartisipasi dalam Aksi Bersih Jelang HPSN 2026

Sumbawa (17/2). Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Poto Tano melaksanakan Aksi Bersih Masjid dan Pantai Sagena di Dusun Sagena, Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Aksi bersih melibatkan unsur pemerintah kecamatan serta berbagai elemen masyarakat. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sumbawa Barat turut berpartisipasi dan menyatakan dukungan terhadap gerakan kepedulian lingkungan tersebut.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat, Bambang Supriadi, mengapresiasi inisiatif PGRI dalam menggerakkan aksi kebersihan. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan di tengah tantangan persoalan sampah yang terjadi secara nasional, termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat.

Ia menegaskan, gerakan kebersihan sejalan dengan komitmen nasional dalam penanganan sampah. Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan komitmen dalam upaya penyelesaian persoalan sampah sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Bambang menekankan bahwa aksi bersih tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. “Aksi bersih ini harus menjadi stimulan dan kampanye perubahan perilaku. Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, tidak membakar sampah, tidak membuang sampah sembarangan, serta menerapkan pengelolaan sampah yang benar,” ujarnya.

Menjelang HPSN pada 21 Februari, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Seluruh pihak didorong bersinergi mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi dalam program kepedulian lingkungan ke depan, sejalan dengan komitmen organisasi dalam pembangunan karakter dan penguatan kepedulian sosial.

Aksi Bersih Pantai Sagena menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan perubahan perilaku kolektif dan sistem pengelolaan yang konsisten. Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan guna mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2029.

 

 

 

Oleh: Bambang Supriadi (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.