Memberdayakan Masyarakat Lewat Wadah Warga Betawi Jadi Pembahasan NU dan LDII Tanah Abang

Jakarta (17/02). Silaturahim antara jajaran Pimpinan Ormas Islam di Kecamatan Tanah Abang kembali terjalin. Kali ini, Ketua dan Sekretaris PC LDII Tanah Abang berkunjung ke Sekretariat MWC NU Tanah Abang pada Senin siang (02/02). Pertemuan tersebut membahas isu strategis, khususnya pemberdayaan masyarakat Betawi melalui wadah yang selaras dengan karakter dan kearifan lokalnya.

Pertemuan antara Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Tanah Abang dan Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia Tanah Abang ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kedua pimpinan ormas kerap bertemu dalam forum-forum tingkat kecamatan, seperti Muscab MUI Tanah Abang hingga kegiatan “Kampanye Jaga Jakarta” di Bundaran HI bersama berbagai elemen masyarakat, tokoh pemerintah, serta komunitas warga Betawi dan Jakmania.

Dalam diskusi santai tersebut, Ketua PC LDII Tanah Abang, M. Rofiq Sujarwanto, memaparkan tentang 8 Klaster Kontribusi LDII untuk Pembangunan Bangsa. Ia menekankan bahwa klaster kebangsaan menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di Jakarta yang multietnis dan multidimensi.

“Kebangsaan adalah klaster pertama yang penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa serta bernegara. Selain itu, ketahanan pangan masyarakat juga perlu diperhatikan karena persoalan kebutuhan dasar dapat memicu konflik sosial,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tanfidziyah MWC NU Tanah Abang, Alit Kustizar, menyampaikan pentingnya menghadirkan wadah pemberdayaan yang secara khusus mengangkat karakter masyarakat Betawi asli.

“Di Tanah Abang ini perlu memberdayakan masyarakat Betawi dengan wadah yang sesuai karakter lokalnya. Program ketahanan pangan berbasis paguyuban masyarakat Betawi dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara ormas Islam dan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, diharapkan tercipta suasana yang kondusif sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkarakter. Sinergi ini tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi dan sosial, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas kehidupan beragama sebagai fondasi persatuan dan kesatuan bangsa.

 
 
 

Oleh: EQi | mufiqs (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.