Ajak Jaga Persatuan, MUI Polman Hadiri Pengajian Umum LDII

Polewali Mandar (19/2). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menghadiri pengajian umum yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Polman pada Minggu (15/2). Kegiatan berlangsung secara luring di Aula Pondok Pesantren Miftaahul Huda serta disiarkan secara daring melalui Zoom.
Ketua DPD LDII Polman, Saifuddin, menyampaikan bahwa LDII terus membangun komunikasi dan silaturahim dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. “Selama ini LDII senantiasa bersilaturahim dan mendukung program-program pemerintah, termasuk CKG. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengajian LDII Polman sebelumnya juga pernah dihadiri unsur Kementerian Agama serta Ketua MUI Provinsi Sulawesi Barat sebagai bentuk sinergi antar lembaga keagamaan.
Sementara itu, Ketua MUI Polman, Abdul Syahid Rasyid, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan dalam menjalankan ajaran agama. “Meskipun dalam menjalankan agama terdapat banyak perbedaan, kita harus tetap membangun kebersamaan dan menjaga persatuan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pengajian umum yang dilaksanakan secara rutin. “Pengajian seperti ini sangat baik, apalagi dilaksanakan secara rutin. Ini menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah dan menambah pemahaman keagamaan masyarakat,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW LDII Sulawesi Barat Rianto, Ketua MUI Kecamatan Wonomulyo Sagusno, serta Komisi Fatwa MUI Kecamatan Wonomulyo Abdul Rohman.
Ketua MUI Kecamatan Wonomulyo, Sagusno, menyampaikan bahwa pengajian umum menjadi sarana penting dalam membekali masyarakat dengan pemahaman agama. “Pengajian ini sangat bermanfaat karena dapat membekali masyarakat dengan ilmu agama yang benar serta memperkuat keimanan dalam menyambut bulan Ramadan,” tuturnya.
Pengajian tersebut diikuti ribuan warga, baik secara langsung maupun daring. Peserta daring berasal dari DPD LDII Kabupaten Majene, Mamuju, dan Mamasa. Materi pengajian meliputi tafsir Al-Qur’an, Al-Hadis Kutubussittah, serta nasihat agama terkait persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Pengajian umum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara LDII dan MUI di Kabupaten Polewali Mandar dalam pembinaan umat dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Oleh: Shelynda Trifebriani Nursalam (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
