Ketua MUI Cilegon Pesankan Rajin Mengaji Jelang Ramadhan

Serang (19/2). Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, umat Islam diajak menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan kualitas ibadah. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Cilegon, Zubaidi Ahyani, saat memberikan tausiyah pada pengajian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Cilegon di Masjid Al-Akbar, Bendungan, Senin (16/02).
Dalam tausiyahnya, Zubaidi Ahyani menekankan pentingnya menjaga kebiasaan mengaji, khususnya selama Ramadhan. “Ramadhan adalah bulan introspeksi. Salah satu amalan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan adalah tetap rajin mengaji,” pesannya di hadapan warga.
Ketua LDII Kota Cilegon, Noor Yudhono, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengundang MUI untuk memberikan tausiyah Ramadhan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sekaligus upaya mempererat sinergi antara LDII dan MUI yang selama ini telah terjalin dengan baik. “Selain sebagai agenda pembinaan, ini juga bagian dari memperkuat hubungan kelembagaan LDII dengan MUI Kota Cilegon,” ujarnya.
Pengajian diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dilanjutkan nasihat agama oleh Badri Hasun, dan ditutup doa oleh Ketua MUI Kota Cilegon. Dalam kesempatan tersebut, Badri Hasun menyoroti pentingnya kualitas dalam membaca Al-Qur’an, bukan sekadar mengejar target khatam. “Banyak umat Islam membaca Al-Qur’an hanya untuk mengejar khatam, namun belum memperhatikan tajwid dan kaidah bacaan yang benar. Padahal Al-Qur’an adalah pesan Allah SWT, maka membacanya pun harus baik dan benar,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebiasaan mengaji hendaknya dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di bulan Ramadhan. “Umat Islam harus tetap rajin mengaji, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, agar ilmu ibadah terus bertambah dan terjaga. Mengaji sebaiknya langsung melalui guru, bukan hanya dari internet atau aplikasi,” pesannya.
Kehadiran Ketua MUI Kota Cilegon di Masjid Al-Akbar bukanlah yang pertama. Ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti halal bihalal, buka puasa bersama, hingga santunan anak yatim yang melibatkan tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga di Kota Cilegon.
Tausiyah kali ini juga dihadiri unsur Forkopimcam dan tokoh setempat, di antaranya Bhabinkamtibmas, Lurah Bendungan, Camat Cilegon, serta pembina MUI Kota Cilegon. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua MUI dan diamini seluruh warga.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
