KUA Karanggeneng Ajak LDII Kolaborasi Pembinaan Umat Sejak Usia Dini

Karanggeneng (19/2). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanggeneng, Khoirul Anam, mengajak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk berkolaborasi dalam pembinaan umat sejak usia dini, mulai dari jenjang PAUD hingga usia pra-nikah.
Ajakan tersebut disampaikan saat penutupan kegiatan Pembinaan Pemuda LDII Karanggeneng yang digelar pada Minggu (1/2) di Gedung Dakwah Walibarokah, Desa Kendalkemlagi. Kegiatan ini menjadi kerja sama ketiga yang dilakukan Kantor Urusan Agama Karanggeneng dengan lembaga atau organisasi kemasyarakatan. “Kegiatan di LDII ini merupakan kerja sama ketiga yang kami laksanakan bersama lembaga atau ormas. Mudah-mudahan menjadi embrio kerja sama ke depan dan dapat berlanjut pada hari-hari berikutnya,” ujarnya.
Ketua PC Pemuda LDII Karanggeneng, Asmausholihan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat bagi generasi muda. “Alhamdulillah kegiatan ini berjalan sukses. Materi dari tim KUA Karanggeneng sangat berbobot dan disampaikan dengan gaya kekinian, sehingga tidak membosankan dan suasana tetap ceria,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan PC Pemuda LDII Karanggeneng untuk terus berkolaborasi dalam pembinaan generasi muda. “Pemuda LDII siap berkolaborasi dalam pembinaan umat, khususnya bagi generasi muda,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan yang diinisiasi oleh PC Pemuda LDII Karanggeneng tersebut diikuti sekitar 150 peserta. Peserta dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu kelas pra-remaja (SMP), remaja (SMA), dan kelas pra-nikah (usia mandiri).
Selama kegiatan berlangsung, suasana pembinaan berjalan lancar dan penuh keceriaan. Para penyuluh agama dari KUA Karanggeneng menyampaikan materi secara interaktif, diselingi ice breaking, sehingga kegiatan terasa lebih cair dan komunikatif.
Materi yang disampaikan meliputi bahaya pernikahan usia dini, lima konsep pernikahan, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), tata cara pengajuan nikah, serta materi lain yang disesuaikan dengan usia peserta.
Oleh: Istiyan Zuhri (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
