LDII Mojoroto Gelar Sharing Session Guru Ngaji, Tingkatkan Kualitas Pembinaan Generus
Kediri (19/2). LDII Mojoroto menggelar sharing session guru ngaji pada Sabtu (14/2) di Pondok Pesantren Nurul Hakim Al Fatah, Kota Kediri. Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kualitas pembinaan generasi penerus (generus) sekaligus forum penguatan peran pendidik dalam membentuk karakter dan pemahaman agama.
Dalam sambutannya, Ketua PC LDII Mojoroto, Budianto menegaskan bahwa guru ngaji memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan alim-faqih. Menurutnya, kualitas generus sangat bergantung pada kesungguhan dan kekompakan para pendidik. “Melalui sharing session ini, kita ingin mengetahui secara langsung dinamika yang terjadi di masing-masing wilayah Mojoroto, sehingga solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum komunikasi seperti ini penting untuk menjaga semangat dan soliditas para guru ngaji. Dengan koordinasi yang baik, setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera dicarikan solusi bersama sehingga pembinaan berjalan lebih efektif dan terarah.
Sementara itu, M. Ali Syaifudin memberikan motivasi agar para guru ngaji terus meningkatkan kualitas metode pengajaran serta membangun pendekatan yang lebih komunikatif kepada generus. Evaluasi rutin dinilai menjadi kunci agar proses pembinaan tetap konsisten dan mampu menjawab tantangan. “Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman di lapangan, mulai dari tantangan kehadiran generus, pengelolaan waktu belajar, hingga strategi menanamkan kedisiplinan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, pertukaran pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran bersama agar setiap guru dapat mengadopsi metode yang lebih efektif.
Pendamping Andhika Faza berharap pembinaan generus di wilayah Mojoroto semakin optimal sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Suasana diskusi berlangsung secara terbuka sehingga para peserta dapat menyampaikan berbagai dinamika pembinaan di wilayah masing-masing.
Oleh: Yuda Langgeng (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

