LDII Papua Barat Hadiri Rapimnas 2026, Dukung Munas X Digelar April

Manokwari (19/2). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua Barat mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di Gedung Kantor DPP LDII, Jalan Patal Senayan, Jakarta, Senin (16/2).
Agenda dibuka dengan arahan Dewan Penasehat DPP LDII, Edy Suparto. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter, kerukunan, dan konsolidasi nasional. “Konsolidasi nasional ini penting agar LDII semakin kompak dan memberi kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujarnya.
Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapimnas menjadi momentum strategis menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan. “Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” katanya.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut harus berdampak jangka panjang bagi organisasi. “Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” tuturnya.
Ketua LDII Papua Barat, Suroto, dalam laporan wilayah mewakili empat DPD, yakni Manokwari, Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Munas X pada Selasa hingga Kamis (7-9/4) di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa masa bakti Surat Keputusan DPP LDII berakhir pada Rabu (8/4). Jika terdapat kendala, pihaknya merekomendasikan pelaksanaan Munas dalam kurun waktu enam bulan pada tahun 2026 sesuai AD/ART organisasi.
Suroto juga menyampaikan kesiapan LDII Papua Barat mendukung program DPP yang mengacu pada asta cita Presiden Prabowo Subianto serta delapan kluster program DPP LDII. “Kami mengapresiasi dan mendoakan agar ketua umum dan seluruh jajaran DPP LDII diberi aman, sehat, selamat, lancar, sukses, dan barokah,” ujarnya.
Rapimnas diikuti 150 peserta secara luring serta sekitar 1.500 peserta daring dari 375 studio di 37 provinsi. Di Papua Barat, kegiatan dipusatkan di Studio LDII lantai 2 Gedung Al-Mubarok, Jalan Gunung Salju Fanindi, Manokwari, serta studio mini di Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
