Perkuat Kontribusi untuk Bangsa, Pengurus LDII Nabire Ikuti Rapimnas 2026 Secara Daring

Nabire (19/2). Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire turut menyukseskan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan tersebut diikuti dari Gedung Serba Guna (GSG) Ganjar Waluyo dengan penuh antusias.
Rapimnas secara resmi dibuka oleh Dewan Penasihat DPP LDII, Edy Suparto. Dalam sambutannya, ia memberikan motivasi serta doa kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Semoga seluruh peserta Rapimnas senantiasa diberikan kesehatan dan rezeki yang barokah. Kami mengapresiasi seluruh pengurus LDII di semua tingkatan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan totalitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa Rapimnas merupakan forum strategis dalam pengambilan keputusan organisasi. Ia memastikan bahwa Munas LDII akan digelar pada 8 April 2026 sebagai agenda besar lanjutan organisasi. Pembukaan Rapimnas ditandai dengan penekanan tombol simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan.
Ketua DPD LDII Nabire, Pawiro, menyampaikan bahwa keikutsertaan pengurus daerah dalam Rapimnas memiliki arti penting untuk menyelaraskan program pusat dan daerah. “Rapimnas memberikan banyak manfaat strategis bagi LDII di daerah. Selain penguatan struktur organisasi, kami juga mendapatkan arahan bagaimana LDII dapat terus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat dan pembangunan, khususnya di Kabupaten Nabire,” jelasnya.
Rapimnas LDII 2026 mengusung tema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII untuk Bangsa”. Agenda ini menjadi langkah strategis organisasi dalam memantapkan arah kebijakan nasional sekaligus sebagai persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) LDII yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Kegiatan Rapimnas LDII 2026 berlangsung dengan khidmat dan diakhiri doa bersama, sebagai harapan agar seluruh program kerja organisasi dapat berjalan lancar serta memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. (Yurie)
Oleh: Yuli Subagio (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
