Rapimnas LDII Persiapan Munas X 2026, DPW Papua Tengah Hadir Secara Daring

Jakarta (19/2). Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dalam rangka menyiapkan materi Musyawarah Nasional (Munas) X LDII 2026. Rapimnas juga menjadi forum evaluasi program kerja guna meningkatkan akselerasi pelaksanaan program agar selaras dengan Asta Cita.
Dewan Penasihat DPP LDII, Edy Suparto, menegaskan pentingnya penguatan karakter, kerukunan, serta konsolidasi nasional sebagai pesan utama Rapimnas. “Konsolidasi nasional ini penting agar LDII semakin kompak dan mampu memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa Rapimnas harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memaksimalkan pengabdian di akhir masa jabatan kepengurusan saat ini. “Rapimnas ini harus kita maknai sebagai kesempatan untuk melakukan do the best, bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan,” tegasnya.
Dari Papua Tengah, Ketua DPW LDII Papua Tengah, Nuryadi, bersama jajaran pengurus mengikuti Rapimnas secara daring melalui Zoom. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah kepemimpinan tidak hanya diukur dari capaian selama menjabat, tetapi juga dari kesiapan regenerasi kepemimpinan ke depan.
Ia juga melaporkan bahwa DPW LDII Provinsi Papua Tengah yang saat ini membawahi dua DPD kabupaten mendorong agar pelaksanaan Munas X LDII tetap dilaksanakan pada 7–9 April 2026. Namun demikian, apabila pada waktu tersebut Munas belum dapat dilaksanakan, DPW LDII Papua Tengah memberikan mandat sepenuhnya kepada DPP LDII untuk mengambil keputusan sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor DPP LDII, DKI Jakarta, Senin (16/2). Rapimnas diikuti sekitar 150 peserta secara luring dan sekitar 1.500 peserta lainnya secara daring dari 375 studio di 37 provinsi, termasuk dari Provinsi Papua Tengah.
Rapimnas LDII 2026 menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi nasional organisasi, sekaligus peneguhan komitmen LDII dalam memperkuat peran dan kontribusinya bagi pembangunan bangsa. (Arbi/LINES)
Oleh: Afid Mukmin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
