LDII Jambi Selatan Gelar Asrama Khotbah, Tingkatkan Kapasitas Imam dan Khatib

 

——————–

Kota Jambi (21/2). Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Jambi Selatan menggagas program peningkatan kapasitas imam salat dan khatib melalui kegiatan Asrama Khotbah. Program tersebut dilaksanakan selama 20 hari di bulan Ramadan secara hybrid, memadukan metode daring dan luring, serta menjangkau empat masjid binaan di wilayah Jambi Selatan.

Empat masjid yang menjadi pusat kegiatan meliputi Masjid Al Barokah Pasir Putih sebagai sentra utama, Masjid Al Manshurin, Masjid Annur, dan Mushola Tawakkal. Program ini dilatarbelakangi pentingnya peningkatan kualitas khutbah agar tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga relevan dengan kebutuhan warga masa kini.

Ketua PC LDII Jambi Selatan, Ferry Widodo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan dakwah di era modern. “Kami ingin para khatib dan imam tidak hanya mahir dalam aspek fikih, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik. Ramadan adalah madrasah terbaik untuk melatih itu semua, karena intensitas ibadah dan pertemuan warga meningkat,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.

Ia menambahkan, metode hybrid dipilih untuk mengakomodasi peserta dengan berbagai kesibukan. Materi dasar dan pembekalan teori disampaikan secara daring melalui konferensi video, sedangkan praktik khutbah, muhasabah, serta simulasi menjadi imam dilaksanakan secara luring dan bergiliran di keempat masjid.

“Dengan sistem ini, setiap calon khatib mendapatkan pengalaman langsung di hadapan warga,” jelasnya.

Salah satu pengurus masjid yang terlibat aktif, Sopian Achrin Trirtana, mengungkapkan bahwa keberagaman lokasi pelatihan memberikan pengalaman adaptif bagi peserta. Menurutnya, setiap masjid memiliki karakteristik warga yang berbeda.

“Dengan berpindah tempat, para khatib belajar beradaptasi. Di Masjid Al Barokah misalnya, warganya heterogen dari berbagai latar belakang usia, sehingga khatib dituntut mampu menyampaikan materi secara inklusif,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam penyampaian materi khutbah agar tidak monoton. “Harapan kami, materi khutbah tidak berulang dari tahun ke tahun. Khutbah Ramadan harus menjadi bahan renungan yang membekas dan memotivasi perubahan perilaku,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Ketua RT setempat, Muhammad Muslih, menilai Asrama Khotbah memberikan dampak positif tidak hanya bagi warga LDII, tetapi juga masyarakat umum.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Para khatib benar-benar dilatih memberikan yang terbaik, mulai dari intonasi suara, pemilihan ayat, hingga cara menyapa warga. Ini bagus untuk kerukunan dan menambah semangat kami untuk datang ke masjid,” katanya.

Selama 20 hari pelaksanaan, peserta dibekali materi teknik public speaking Islami, pendalaman substansi khutbah, hingga penyusunan naskah yang kontekstual dengan isu kekinian. Mereka juga mendapat bimbingan langsung dari para mubaligh senior di lingkungan LDII Jambi Selatan.

 

 

Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.