Manokwari (21/2).TVRI Papua Barat melaksanakan pengambilan gambar tausiah Ramadan bersama para dai LDII di RTP Borarsi, Jumat (20/2) bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program siaran khusus Ramadan yang menghadirkan pesan-pesan keagamaan bagi masyarakat.
RTP Borarsi merupakan ruang terbuka publik yang dibangun Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk mendukung berbagai aktivitas positif masyarakat. Suasana terbuka pada Jumat pagi itu menjadi latar perekaman sesi pertama yang menampilkan Ilham Rusdi. Sementara pada sesi kedua, tampil Salman Zain Ihza Kamilan dengan materi bertema “Akhlak Mulia”.
Dalam tausiah tersebut, Salman menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi utama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, akhlak yang baik menjadi pilar penting dalam membangun harmoni, terlebih di tengah masyarakat majemuk dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.
“Akhlak menjadi jembatan harmoni sosial agar hubungan antarmanusia tetap damai dan saling menghormati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam kedudukan akhlak sangat tinggi. Rasulullah SAW menyebut tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal selain akhlak yang baik. Bahkan ketika sahabat bertanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke surga, Rasulullah SAW menjawab, yakni takwa kepada Allah dan husnul khuluq (akhlak yang baik).
Salman memaparkan, akhlak mulia membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat, di antaranya menciptakan kerukunan, memperkuat persatuan, serta meminimalkan konflik sosial. Bagi individu, akhlak yang baik membentuk pribadi yang tenang, menumbuhkan kepercayaan dari orang lain, serta mendatangkan keberkahan dalam kehidupan sosial dan spiritual.
Ia juga menyoroti fenomena penurunan moral yang terjadi di berbagai aspek kehidupan saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan akhlak harus terus diperkuat dan tidak boleh dianggap sepele.
Lebih lanjut, Salman menekankan bahwa pendidikan akhlak merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaannya terletak pada porsi dan ruang lingkup masing-masing pihak.
Pertama, dimulai dari diri sendiri melalui perbaikan pribadi. Kedua, keluarga sebagai fondasi pendidikan karakter pertama. Ketiga, lingkungan kerja dan sosial dengan memberikan keteladanan dalam interaksi. Keempat, tokoh masyarakat yang memberi arah dan contoh. Kelima, pemimpin yang berperan menghadirkan sistem serta kebijakan yang mendukung terwujudnya akhlak mulia.
Melalui tausiah tersebut, diharapkan pesan tentang pentingnya akhlak dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi umat Islam untuk memperkuat karakter, khususnya di momentum Ramadan yang penuh berkah.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)