Kemenag Situbondo Perkuat Koordinasi dengan Ormas Islam Sukseskan Ibadah di Bulan Ramadan

 

Situbondo (22/2). Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo menggelar pertemuan bersama empat organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kantor Kemenag Situbondo, Senin (16/2/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah guna menjaga ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Hadir dalam pertemuan itu pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad, serta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Koordinasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman terkait pelaksanaan ibadah Ramadan di Situbondo.

Kepala Kantor Kemenag Situbondo, Muhammad Mudhofar, mengatakan salah satu poin yang dibahas adalah perbedaan metode penetapan awal Ramadan. Ia menyebut Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Kami mengajak seluruh elemen untuk saling menghormati perbedaan dalam penetapan awal Ramadan. Perbedaan metode adalah hal yang sudah biasa, dan yang terpenting adalah menjaga kebersamaan,” ujar Mudhofar.

Selain itu, ia menegaskan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala perlu mengikuti ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan takbir keliling juga diminta memperhatikan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Penggunaan pengeras suara dan kegiatan takbir keliling agar dilaksanakan sesuai aturan, sehingga ibadah berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tetap tertib,” katanya.

Ketua PCNU Situbondo, Muhyiddin Khatib, dalam kesempatan itu menyoroti peredaran informasi yang tidak benar di media sosial menjelang Ramadan. Ia meminta para tokoh agama berperan aktif memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Para tokoh agama perlu hadir memberikan informasi yang benar. Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang belum jelas sumbernya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Situbondo, Arief Fadjar, menyatakan komitmen organisasinya untuk turut menjaga ketertiban selama Ramadan. “Kami siap berkoordinasi dan mengimbau warga LDII untuk ikut menjaga ketertiban serta menghormati ketentuan yang berlaku selama Ramadan,” kata Arief.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas koordinasi teknis terkait metode rukyatul hilal, standardisasi penggunaan pengeras suara, serta pengaturan takbir keliling. Selain itu, dilakukan pula pembahasan mengenai operasional warung makan pada siang hari dan pengawasan tempat hiburan selama Ramadhan agar pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dan kondusif. (kim/sof/wid).

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.