LDII Ajak Umat Kedepankan Toleransi Sikapi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H

Bandar Lampung (22/2). Menyikapi adanya perbedaan penetapan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah, LDII mengajak umat Islam untuk mengedepankan sikap toleransi (tasamuh) dan saling menghormati.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, Moch. Tarmin Abdoellah, saat menghadiri kegiatan Pengamatan Hilal Penentuan Awal Ramadan 1447 H di Observatorium Astronomi Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (17/2).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2). Dengan keputusan tersebut, terjadi perbedaan awal puasa di tengah masyarakat. Sebagian umat Islam memulai puasa pada Rabu (18/2), sementara sebagian lainnya pada Kamis (19/2).

Moch. Tarmin Abdoellah yang juga merupakan anggota Tim Rukyat Hilal DPW LDII Lampung menegaskan bahwa perbedaan metode penetapan awal bulan, baik melalui hisab (perhitungan astronomis) maupun rukyat (pengamatan hilal), merupakan dua metode yang sama-sama dibenarkan dalam syariat Islam. Oleh karena itu, perbedaan satu hari dalam memulai puasa tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. “Perbedaan ini hendaknya tidak dijadikan sumber kegaduhan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Setiap ormas Islam memiliki metode masing-masing yang memiliki dasar dalil syar’i. Yang terpenting adalah saling menghormati dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, baik nantinya Ramadan berlangsung 29 atau 30 hari,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan yang turut hadir dalam kegiatan Pengamatan Hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Bukit Gelumpai, Pantai Canggung, Lampung Selatan. Ia mengajak umat Islam untuk menyikapi perbedaan dengan kedewasaan serta tetap menjaga ukhuwah Islamiyah. “Perbedaan penetapan awal Ramadan seperti ini bukan hal baru dan sudah terjadi sejak dahulu. Mari kita kembangkan sikap saling menghormati. Dengan begitu, kita dapat menjaga ketertiban, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memelihara persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.

Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.