LDII Situbondo Ikuti Rukyatul Hilal Kemenag untuk Penentuan 1 Ramadan 1447 H

 

Situbondo (22/2). Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat dalam kegiatan rukyatul hilal yang digelar Kementerian Agama di Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, termasuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Situbondo.

Rukyatul hilal dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan ormas keagamaan lainnya.

Dalam sambutannya, Rio yang akrab disapa Mas Rio mengingatkan pentingnya menjaga toleransi selama bulan Ramadan. Ia mempersilakan rumah makan dan warung tetap beroperasi seperti biasa, serta mengajak masyarakat yang berpuasa untuk tetap menjaga keyakinan masing-masing. “Rumah makan, warung silakan buka. Kita yang berpuasa jangan terpengaruh karena kita punya keyakinan sendiri untuk berpuasa,” ujarnya.

Pemantauan hilal dilakukan saat matahari terbenam. Meski kondisi cuaca di sekitar garis cakrawala sempat berawan, proses pengamatan tetap dilaksanakan sesuai prosedur.

Ahli Falakiyah Badan Hisab dan Rukyat Situbondo, Ustaz Irphan Hilmi, menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan hisab, posisi hilal saat matahari terbenam berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk terlihat. “Berdasarkan hasil pengamatan dan hisab, saat matahari terbenam posisi hilal sudah berada di bawah ufuk. Karena itu, hilal tidak mungkin terlihat,” katanya.

Ketua Lembaga Falakiyah DPD LDII Kabupaten Situbondo, Ustaz Eilfad Nurdiansyah, menambahkan secara teori hisab, baik menggunakan metode Ephemeris, Jean Meeus, maupun Darul Aniq, posisi hilal juga berada di bawah ufuk. “Secara teori hisab, hilal berada di bawah ufuk sehingga tidak terlihat. Dengan demikian, bulan Syakban disempurnakan 30 hari atau istikmal,” ujarnya.

Ia memperkirakan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. “Kita tetap menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah untuk menentukan awal Ramadhan,” kata Eilfad.

 (kim/sof/wid)

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.