LDII Sulbar Pantau Hilal Ramadan di Bukit Rangas

Majene (22/2). Tim Rukyatul Hilal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) turun langsung melakukan pengamatan hilal penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Bukit Rangas, Pantai Pasir Putih, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa (17/2).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, menyampaikan bahwa dalam penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi terjadi perbedaan. Ia mengajak masyarakat untuk menyikapinya dengan saling menghormati. “Apa pun yang ditetapkan oleh ormas Islam perlu kita hormati, meskipun terdapat perbedaan dalam menentukan awal Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemantauan hilal melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan yang memiliki sumber daya manusia serta peralatan yang memadai dalam proses rukyatul hilal. Kolaborasi tersebut dilakukan demi kemaslahatan umat Islam dalam penentuan awal bulan suci Ramadan.

Sementara itu, Setiawan Sri Raharjo menjelaskan bahwa berdasarkan data meteorologi dan perhitungan astronomi, posisi bulan saat pengamatan berada di bawah ufuk. “Posisi bulan tenggelam lebih dahulu daripada matahari dengan ketinggian hilal minus 1 derajat, sehingga tidak memungkinkan terlihat baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat,” jelasnya.

Ketua DPW LDII Sulbar, Rianto, menyampaikan bahwa keikutsertaan LDII dalam pengamatan hilal merupakan bentuk kontribusi nyata kepada pemerintah dalam penentuan waktu ibadah umat Islam. Ia juga menegaskan komitmen LDII untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang rukyatul hilal. “Alhamdulillah, kami dapat hadir dan berkontribusi dalam pengamatan hilal penentuan awal Ramadan 1447 H. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas SDM terkait pengamatan hilal,” ungkap Rianto.

Pengamatan hilal ini menjadi kontribusi LDII kepada pemerintah dalam penentuan waktu ibadah umat Islam, khususnya penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Adnan Nota, pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sulbar Setiawan Sri Raharjo, unsur Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam termasuk LDII, serta pihak terkait lainnya.

Oleh: Shelynda Trifebriani Nursalam (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.