Sambut Ramadan, Warga LDII Teluk Bintuni Laksanakan Kerja Bakti

Teluk Bintuni (22/2). Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan kegiatan kerja bakti serentak pada Selasa (17/2). Kegiatan tersebut memanfaatkan momentum libur nasional untuk mendukung kesiapan sarana ibadah selama Ramadan.
Ketua LDII Kabupaten Teluk Bintuni, Agus Budijanto, menjelaskan bahwa kerja bakti dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. “Pada hari ini warga LDII Teluk Bintuni melaksanakan bakti sosial di tiga titik kegiatan secara bersamaan,” ujarnya.
Lokasi pertama berada di lahan makam Desa Banjar Ausoy, Distrik Manimeri. Kegiatan pembersihan makam tersebut dipimpin oleh Wahyono dari unsur Dewan Penasihat LDII Teluk Bintuni dan melibatkan warga sekitar karena merupakan bagian dari agenda Pemerintah Desa.
Lokasi kedua dilaksanakan di lingkungan Masjid Budi Luhur, Kota Bintuni, dengan kegiatan pembersihan halaman masjid serta saluran pembuangan air limbah. Kerja bakti ini dipimpin oleh Dewan Penasihat LDII Teluk Bintuni, Suhardi, dan melibatkan masyarakat sekitar.
Sementara itu, kegiatan ketiga berlangsung di Masjid Baitul Izza, yang dipimpin Ketua Bagian Pendidikan dan Dakwah (PAD) LDII Teluk Bintuni, Hanifan Rosyad, dengan melibatkan generasi penerus LDII setempat. Fokus kegiatan meliputi pembersihan ruang utama masjid dan lingkungan sekitarnya.
Agus Budijanto menambahkan bahwa keterbatasan sumber daya tidak menjadi penghalang untuk melaksanakan kegiatan sosial secara bersama-sama. “Dengan kondisi yang ada, kami tetap berupaya memaksimalkan kegiatan bakti sosial agar masjid dan makam siap digunakan selama Ramadan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendukung kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah. “Harapannya, warga dapat melaksanakan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman,” tambahnya.
Kegiatan kerja bakti ini juga sejalan dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat LDII terkait pelaksanaan lima sukses Ramadan 1447 H, yaitu sukses menjalankan ibadah puasa, sukses melaksanakan salat tarawih, sukses membaca atau mengkhatamkan Al-Qur’an, sukses menghidupkan sepuluh malam terakhir, serta menunaikan zakat.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
