Ketua LDII Jatim Apresiasi Kiprah Muhammadiyah, Tekankan Tugas Kekhalifahan

Jember (26/2). Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam membangun pendidikan nasional sejak sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, konsistensi Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi contoh kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam pengembangan sumber daya manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Amrodji saat menghadiri Kajian Ramadan 1447 H/2026 bertema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/2). Ia menilai semangat mencerdaskan bangsa dan membangun karakter sejalan dengan tanggung jawab umat Islam sebagai khalifah di bumi. “Pendidikan agama tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, semangat tersebut juga dijalankan LDII melalui berbagai program pembinaan umat. Pembinaan internal dilakukan melalui pengajian rutin dan pendidikan berbasis pesantren, yang kemudian berkembang menjadi berbagai kegiatan sosial, seperti kerja bakti lingkungan, penghijauan, serta program ketahanan pangan. “Kegiatan-kegiatan itu diarahkan untuk membentuk karakter dan kepedulian sosial warga,” katanya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan Cinta Alam Indonesia yang rutin digelar setiap tahun di Wonosalam, Kabupaten Jombang, dan diikuti ribuan kader LDII sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. “Sebagai khalifah, kita memiliki tanggung jawab menjaga alam. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga persatuan bangsa. Kita umat Islam hidup di Indonesia, sehingga komitmen kebangsaan harus menjadi bagian dari pengamalan ajaran agama,” tegasnya.

Amrodji menjelaskan, komitmen tersebut tercermin dalam delapan klaster kontribusi LDII, meliputi kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa Muhammadiyah telah berkiprah di bidang pendidikan bahkan sebelum negara Indonesia berdiri. Menurutnya, pendidikan yang kuat dan berbasis nilai merupakan kunci untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan dan bangsa.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa melupakan tanggung jawab menjaga bumi dan merawat persatuan nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Din Syamsuddin. Hadir pula jajaran pimpinan PWM Jawa Timur, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember beserta sivitas akademika, perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember.

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.