Ketua TP PKK Tabanan Apresiasi Warga LDII Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Ketua TP PKK Tabanan, Ny. Rai Wahyuni (kaus putih), mengunjungi tempat pengolahan sampah plastik milik Imam Kambali, warga LDII Tabanan. Dok: LINES.

Tabanan (28/2). Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, mengunjungi tempat pengolahan sampah plastik milik Imam Kambali, warga LDII Tabanan, pada Rabu siang (11/2). Kunjungan ini didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabanan, I Komang Giriyasa, serta sejumlah tokoh masyarakat di Desa Dajan Peken.

Selama sekitar satu jam, Rai Wahyuni menyaksikan proses pengolahan sampah plastik menjadi solar, minyak tanah, dan bensin. Ia mengapresiasi inovasi Kambali dan menilai ini bisa menjadi contoh untuk masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi Bapak Imam Kambali atas inovasinya mengolah sampah plastik. Hal ini bisa ditularkan ke masing-masing rumah tangga,” ujarnya.

Rai Wahyuni juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang menggalakkan pengolahan sampah berbasis sumber. “Pak Imam Kambali sudah bisa menghasilkan minyak tanah, bensin, dan solar dari sampah plastik. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi,” tambahnya.

Selain mengolah sampah plastik, Imam Kambali juga mengolah sampah organik seperti daun dan sisa makanan menjadi pupuk yang digunakan untuk memupuk tanaman hias dan cabai habanero. Rai Wahyuni turut melihat langsung hasil tanaman tersebut.

Kepala Kemenag Kabupaten Tabanan, I Komang Giriyasa, memberikan apresiasi atas kehadiran TP PKK dalam mendukung karya warga. Ia juga mengajak untuk terus bersinergi menjaga lingkungan. “Ke depan, mari bersinergi untuk terus menjaga alam dan lingkungan,” katanya.

Selama kunjungan, Imam Kambali dan istrinya, Musiyam, terlihat senang. Kambali bercerita tentang bagaimana dirinya merakit mesin pirolisis menggunakan barang bekas. Ia mengeluarkan biaya lebih dari Rp 40 juta untuk mengolah sampah plastik menjadi BBM. Kambali juga menceritakan latar belakang pengolahan sampah tersebut yang bermula dari masalah asma anak keduanya. “Sejak itu, saya bertekad mengolah sampah plastik tanpa mencemari lingkungan,” ujar Kambali. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada istrinya yang telah memberikan dukungan meski terkadang sering mengeluh, seperti ketika mengetahui harga mesin yang lebih mahal dari yang ia sampaikan.

Di akhir cerita, Kambali menekankan bahwa pengolahan sampah membutuhkan aksi nyata dan bukan hanya teori. “Untuk menyelesaikan persoalan sampah, butuh action, tidak bisa sekadar teoritis,” katanya.

Program yang dijalankan Imam Kambali juga sejalan dengan program LDII Mereresik milik DPD LDII Tabanan. Ketua DPD LDII Tabanan, Maulana Sandijaya, mengatakan warga LDII Tabanan rutin mengumpulkan sampah plastik dari rumah untuk diolah oleh Imam Kambali. “Kita ikut bertanggung jawab mengolah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” tandasnya.

 

Oleh: Sandi Jaya (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.