LDII Pringsewu Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Tali Asih untuk Guru Ngaji, Duafa, dan Anak Yatim

Pringsewu (6/3).DPD LDII Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus pemberian tali asih kepada guru ngaji, kaum duafa, dan anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (5/3) di Masjid Baitul Izza, Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dalam kegiatan tersebut, DPD LDII Kabupaten Pringsewu menyalurkan tali asih kepada 215 penerima dengan rincian 90 orang guru ngaji serta 125 orang dari kalangan kaum duafa dan anak yatim.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kepedulian sosial LDII di bulan suci Ramadhan. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Pringsewu KH. Dasino, Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH. Muhammad Hambali, Lurah Pringsewu Barat, Bhabinkamtibmas Pringsewu Barat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kelurahan Pringsewu Barat.

Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu Dian Arif Rahman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Kegiatan buka puasa bersama ini memiliki tujuan yang sangat mulia, di antaranya untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Melalui kebersamaan seperti ini kita dapat saling mengenal, saling peduli, dan memperkuat persaudaraan,” ujar Dian.

Lebih lanjut Dian menjelaskan bahwa para guru ngaji memiliki peran yang sangat strategis dalam pembinaan generasi muda. “Guru ngaji memiliki peran yang sangat strategis dalam membina generasi muda untuk membentuk karakter religius dan disiplin. Guru ibarat orang tua kedua bagi anak-anak, karena memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk masa depan mereka. Para guru inilah yang mendidik dan membantu pembentukan karakter agar generasi penerus menjadi manusia yang bermanfaat,” jelasnya.

Menurut Dian, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian sosial LDII kepada masyarakat, khususnya kepada para guru ngaji yang telah mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an serta kepada anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu. “Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada para guru ngaji yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi penerus, serta kepada anak-anak yatim dan saudara-saudara kita dari kalangan kaum duafa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH. Muhammad Hambali dalam tausiyahnya menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia menyampaikan bahwa MUI memiliki beberapa peran penting di tengah masyarakat. Di antaranya sebagai pemberi fatwa (Fatwa Holder) yang mengeluarkan fatwa mengenai berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan sebagai pedoman umat.

Selain itu, MUI juga berperan sebagai mitra pemerintah (Shadiqul Hukumaah) yang memberikan nasihat dan rekomendasi terkait kebijakan negara yang berdampak kepada umat. “MUI juga berfungsi sebagai pelayan umat (Khadimul Ummah), yaitu membimbing dan membina umat Islam dalam menjalankan kehidupan beragama. Selain itu juga menjaga kemurnian akidah umat (Himaayatul Ummah), memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong pemberdayaan ekonomi syariah untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas KH Hambali.

Ia juga menyampaikan bahwa LDII Kabupaten Pringsewu bukanlah organisasi yang asing baginya. “Saya sudah tidak terhitung lagi datang ke masjid ini. Tausiyah seperti ini juga merupakan bagian dari khadimul ummah dan himaayatul ummah kepada seluruh umat Islam, di antaranya warga LDII,” ujarnya. Dalam tausiyahnya, KH. Hambali juga mengkaji Surat Al-Baqarah ayat 183–185 yang menjelaskan tentang kewajiban puasa Ramadhan, keringanan bagi orang yang tidak mampu menjalankannya, serta peristiwa turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadan.

Salah satu penerima tali asih yang juga guru di Pondok Pesantren Baitul Izza, Ustadz Rudi Suwarno, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh DPD LDII Kabupaten Pringsewu. “Dengan diberikannya tali asih dalam bentuk uang ini tentu sangat membantu dan meringankan kami para penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan keluarga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun lebih dari itu, kami juga sangat berterima kasih atas perhatian dan apresiasi kepada kami para guru ngaji,” ungkapnya.

Kegiatan buka puasa bersama dan pembagian tali asih ini merupakan bagian dari komitmen LDII dalam menjalankan misi dakwah yang menekankan pembinaan umat, penguatan karakter generasi muda, serta peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui berbagai program keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, LDII terus berupaya berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berkarakter, sejalan dengan semangat pengabdian untuk bangsa dan negara.

 

Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.