LDII Lampung Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ketua MPR RI

Bandar Lampung (11/3). Wakil Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Lampung H. Heri Sensustadi menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, ulama, umaro, serta tokoh masyarakat Provinsi Lampung. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Lampung tersebut berlangsung di Mahan Agung, Jumat (6/3).
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berharap silaturahmi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung. “Hari ini kita juga bersilaturahmi dengan Ketua MPR RI, yang harapannya memberikan manfaat untuk kemajuan Provinsi Lampung, karena beliau berasal dari dapil Lampung,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran pondok pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah. “Saya tidak membayangkan seandainya tidak ada pesantren di Provinsi Lampung. Mungkin IPM kita akan semakin jeblok dan angka kemiskinan bertambah,” kata Mirza.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan untuk meningkatkan daya saing generasi muda. “Pendidikan adalah cara terbaik untuk memperbaiki kualitas bangsa di masa depan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPW LDII Lampung Heri Sensustadi menyampaikan bahwa LDII turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Di Lampung saat ini terdapat sedikitnya 21 pondok pesantren yang dikelola warga LDII serta 30 lembaga pendidikan formal mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK. Kami berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya. Heri Sensustadi hadir didampingi Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin, dan Wakil Sekretaris, Ilham Saputra.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan. Hadir pula pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan organisasi kemasyarakatan, rektor perguruan tinggi, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
