Dialog Lintas Agama dan Buka Bersama Perkuat Kerukunan di Jambi

Jambi (15/3). Dialog kerukunan umat beragama yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama digelar pada Kamis (12/3/2026) di Jambi. Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan sebagai upaya memperkuat keharmonisan dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Jambi.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Kanwil Kemenag Jambi menekankan pentingnya langkah mitigasi konflik melalui penguatan peran FKUB hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, pembentukan FKUB di setiap kecamatan menjadi strategi untuk meningkatkan deteksi dini terhadap potensi konflik keagamaan. “Kita tidak harus memaksakan sesuatu yang sudah berbeda untuk menjadi sama. Justru dari perbedaan itulah kerukunan dapat terwujud,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag Jambi juga mendorong penguatan program desa dan kelurahan kerukunan sebagai basis pembangunan harmoni di masyarakat. Optimalisasi komunikasi publik juga dinilai penting, termasuk dengan melibatkan konten kreator untuk menyebarkan pesan toleransi dan kerukunan melalui media sosial.
Upaya peningkatan literasi keagamaan juga menjadi perhatian, khususnya di kalangan generasi muda. FKUB menargetkan generasi Z dan generasi Alpha sebagai sasaran utama sosialisasi program kerukunan, dengan melibatkan peran perempuan yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam komunitas.
Kemenag Jambi juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 460 penyuluh agama yang siap membantu sosialisasi nilai kerukunan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua FKUB Jambi menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti pembentukan FKUB hingga tingkat kecamatan serta membentuk forum lintas perempuan dari berbagai komunitas agama.
Menurutnya, hukum kerukunan dan harmonisasi merupakan prinsip penting dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kelompok masyarakat lemah tetap mendapat perhatian, termasuk pelaku UMKM dan masyarakat kurang mampu.
Melalui dialog dan kolaborasi tersebut, diharapkan kerukunan umat beragama di Jambi semakin kuat tanpa memandang perbedaan mayoritas maupun minoritas, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai.
Oleh: Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
