Belum Terlihat, LDII Sulsel Ikuti Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H

Makassar (25/3/2026). Tim Rukyatul Hilal DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam pengamatan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di lantai 18 Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis sore.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menjelaskan bahwa hilal belum memenuhi kriteria visibilitas. “Di wilayah Sulawesi Selatan, kriteria MABIMS belum terpenuhi. Ketinggian hilal belum mencapai 3 derajat dan elongasi belum mencapai 6,4 derajat. Selain itu, kondisi cuaca berawan cukup tebal menghambat pengamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga batas akhir pengamatan pukul 18.22 WITA, hilal tidak berhasil terlihat. Berdasarkan data BMKG, ketinggian hilal tercatat 1° 40’ 32” dengan sudut elongasi 5,27°, masih di bawah standar kriteria imkanur rukyat MABIMS.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menegaskan bahwa seluruh tim pengamat di Makassar tidak melihat hilal. “Faktor cuaca berawan turut memengaruhi. Secara data, posisi hilal memang belum memenuhi kriteria untuk dapat terlihat,” jelasnya.

Ketua LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, menyatakan bahwa partisipasi LDII merupakan bentuk komitmen dalam mendukung penetapan awal bulan Hijriah yang kredibel. “Hari ini kami turut melakukan pengamatan hilal, dan hasilnya hilal 1 Syawal 1447 H tidak terlihat,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Agama, BMKG, dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam memastikan penentuan awal bulan Syawal dilakukan secara akurat dan sesuai syariat.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan Kementerian Agama, BMKG, MUI, Pengadilan Agama, Badan Hisab Rukyat, pimpinan ormas Islam, akademisi, serta insan pers.

Hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat Kementerian Agama RI. Keputusan resmi mengenai awal Idulfitri 1447 Hijriah akan ditetapkan berdasarkan hasil hisab dan rukyat secara nasional.

Melalui keterlibatan berbagai pihak, diharapkan keputusan yang diambil dapat diterima luas oleh umat Islam serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

 

Oleh: LDII SULSEL (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.