Kejar Keutamaan Lailatul Qadar, Warga LDII Kersik Tuo Intensifkan Itikaf di Masjid Baitul Makmur

Kerinci (23/3). Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H, warga LDII Desa Kersik Tuo melakukan akselerasi ibadah dengan menyelenggarakan itikaf di Masjid Baitul Makmur. Agenda ini merupakan upaya sistematis jamaah dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar melalui panduan program “5 Sukses Ramadan”.
Program “5 Sukses Ramadan” yang meliputi sukses puasa, sukses salat Tarawih, sukses tadarus Al-Qur’an, sukses meraih Lailatul Qadar, serta sukses zakat fitrah, menjadi parameter utama dalam mengoptimalkan potensi keberkahan bulan suci. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan kesalehan individu dengan kepekaan komunal di lingkungan masyarakat.
Salah satu peran proaktif dari program tersebut adalah pelaksanaan itikaf secara kolektif. Ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid ini diisi dengan rangkaian amalan mulai dari salat sunnah, zikir, hingga pendalaman kitab suci Al-Qur’an.
Pengurus Masjid Baitul Makmur, Ustaz Ahmad Sobri, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dimulai sejak malam ke-21 Ramadan. Rangkaian ibadah diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an, hingga prosesi itikaf mandiri yang berlangsung hingga menjelang fajar.
“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga, mulai dari jajaran sesepuh hingga jajaran pemuda dan anak-anak. Kehadiran lintas generasi ini membuat atmosfer masjid menjadi lebih hidup dan penuh semangat ibadah,” ujar Ahmad.
Menurutnya, antusiasme ini merupakan andil strategis organisasi dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai keimanan pada generasi penerus. Kebersamaan dalam beribadah dinilai mampu meningkatkan motivasi warga untuk memperkuat solidaritas sosial serta meraih kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
“Kami mengupayakan agar seluruh warga dapat merasakan suasana spiritual yang kuat di penghujung Ramadan. Dengan beribadah secara berjamaah, diharapkan seluruh jemaah masjid dapat memetik berkah Lailatul Qadar secara optimal,” pungkasnya.
Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
