LDII Papua Barat Akan Hadiri Munas X LDII, Siap Hadapi Dampak Geopolitik dan Perubahan Ekonomi Global

Manokwari (3/4). DPP LDII akan menggelar agenda lima tahunan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII, yang rencananya bakal digelar pada 7–9 April 2026. Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menegaskan, Munas X akan menyoroti dampak dinamika geopolitik global terhadap ketahanan nasional, termasuk sektor ekonomi, pangan, dan energi.

“Perkembangan situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, membuat LDII menilai pentingnya memasukkan isu geopolitik sebagai salah satu pembahasan utama. Namun, Munas X tetap dirancang untuk memperkuat agenda penyiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” papar KH Chriswanto pada Senin (9/3/2026) di hadapan pewarta media nasional.

Ia menambahkan, perang yang terjadi di suatu kawasan bisa berdampak global. Karena itu bangsa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional, bukan hanya dari sisi pertahanan, tetapi juga ekonomi, pangan, kesehatan, dan kualitas sumberdaya manusia.

Selain isu geopolitik, Munas X juga akan tetap berpegang pada delapan program prioritas LDII. Antara lain bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

KH Chriswanto berharap, melalui Munas X, LDII berharap dapat merumuskan langkah strategis organisasi untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Hasil Munas diharapkan juga dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan nasional.

“Kami berharap Munas ini melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi dinamika global yang semakin tidak menentu,” pungkas KH Chriswanto.

Senada dengan itu, Ketua DPW LDII Papua Barat, Suroto juga berharap Munas X dapat melahirkan rekomendasi yang sangat berguna bagi kepentingan bangsa dan negara di tengah kondisi dunia yang tidak menentu. “Serta efisiensi nasional yang masih diterapkan oleh pemerintah, utamanya dalam penekanan delapan kluster program unggulan LDII agar tetap bisa terus dilaksanakan dari pusat sampai daerah,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, warga LDII dapat siap dan stabil dalam menghadapi krisis global tersebut. “LDII Papua Barat akan hadir pada Munas X LDII 2026 dengan ketua-ketua LDII Manokwari, LDII Kaimana, LDII Teluk Bintuni.dan LDII Fakfak,” pungkasnya.

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.