Mahasiswa LDII Pondok Labu Angkat Potensi Ubi Ungu sebagai Agen Antikanker

Jakarta (5/4). Mahasiswa asal PAC Lembaga Dakwah Islam Indonesia Pondok Labu, Jakarta Selatan, berhasil mencuri perhatian nasional melalui inovasi ilmiah dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Abdillah, mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang, mengangkat potensi ubi ungu sebagai agen antikanker melalui penelitian berbasis metode in silico yang inovatif dan aplikatif.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam ubi ungu memiliki kemampuan berinteraksi dengan target molekul kanker melalui simulasi komputer. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal yang menyehatkan.
Abdillah, yang juga merupakan warga aktif LDII PAC Pondok Labu, menyampaikan bahwa motivasinya berasal dari dukungan keluarga serta lingkungan komunitas. “Saya ingin menunjukkan bahwa kekayaan lokal seperti ubi ungu tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi solusi kesehatan jika ditelaah melalui pendekatan ilmiah modern,” ujarnya.
Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan Abdillah. Ayahnya bersama sang paman, yang dikenal sebagai ustadz dan mubaligh senior di lingkungan LDII, secara konsisten menanamkan nilai disiplin, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat. “Bang Abdillah selalu menunjukkan kerja keras dan integritas tinggi, baik dalam belajar maupun berdakwah,” ujar salah satu kolega keluarga.
Ketua PAC LDII Pondok Labu, Ustadz Badrudin, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Abdillah tidak hanya mengharumkan nama keluarga dan kampusnya, tetapi juga membawa nama PAC LDII Pondok Labu ke tingkat nasional. Kami sangat bangga karena karya ini menunjukkan bahwa generasi muda LDII mampu berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan inovasi,” ungkapnya.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sendiri merupakan salah satu program bergengsi di dunia pendidikan tinggi Indonesia yang bertujuan mendorong kreativitas serta daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
Dengan pencapaian ini, Abdillah berharap dapat melanjutkan penelitiannya hingga tahap aplikasi nyata, sehingga dapat mendukung pengembangan industri pangan lokal sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat luas.
Oleh: Hasbi (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
