Menjelang Munas X, LDII Banten Silaturahim dengan Ketua MUI Banten

Serang (5/4). Dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah, pengurus DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia Banten bersilaturahim ke Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, A. Bazari Syam, pada Sabtu (28/3) di Pondok Pesantren Al-Wahdah, Jawilan, Kabupaten Serang.
Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menyampaikan bahwa momen Idulfitri menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan antarelemen umat Islam. Menurutnya, silaturahim menjadi sarana menjaga komunikasi, mempererat ukhuwah, serta merawat kebersamaan di tengah masyarakat. “Silaturahim ini merupakan agenda rutin kami setiap momen Syawal. Kami memanfaatkan suasana Idulfitri untuk sowan dan menjalin komunikasi dengan para ulama serta stakeholder di Banten,” ujar Dimo.
Ia juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sambutan hangat A. Bazari Syam. Dimo berharap kegiatan Silaturahim Syawal nanti dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat.
Dalam kesempatan tersebut, Dimo turut memohon doa dan dukungan menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 7–9 April 2026.
Sementara itu, A. Bazari Syam menyambut kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam kegiatan Silaturahim Syawal. “Insya Allah, saya akan hadir dan memberikan nasihat serta arahan kepada warga LDII di Banten. Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan memperkuat persatuan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ormas Islam memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan. Menurutnya, pasca-Idulfitri, umat Islam perlu terus menjaga semangat ibadah, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Semangat ibadah jangan sampai berhenti setelah Idulfitri. Umat Islam harus terus menjaga persaudaraan dan bersama-sama merawat persatuan,” tambahnya.
Bazari juga berharap pelaksanaan Munas X LDII dapat menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran organisasi keagamaan dalam menjawab tantangan umat dan bangsa, serta menjaga relevansi pengabdian organisasi terhadap kebutuhan masyarakat.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
