Tekankan Adab Bertamu dalam Kehidupan Sehari-hari, LDII Manokwari Gelar Pengajian An-Nisa

 

Manokwari (31/12). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Manokwari menggelar Pengajian An-Nisa bagi ibu-ibu dan remaja putri pada Minggu (21/12). Kegiatan ini dipusatkan secara hybrid di Masjid Al-Mubarok Fanindi, Manokwari, dan diikuti oleh warga LDII se-Kabupaten Manokwari.

Dalam sesi penyampaian materi Al-Qur’an, Bambang Sumanto mengulas QS An-Nur ayat 27–30 yang menekankan pentingnya adab bertamu dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa seorang muslim tidak diperkenankan memasuki rumah orang lain tanpa izin dan salam. Apabila tidak mendapatkan izin, maka dianjurkan untuk kembali pulang, kecuali dalam kondisi darurat. “Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa tidak berdosa memasuki rumah yang tidak berpenghuni apabila ada keperluan tertentu, karena Allah Maha Mengetahui segala perbuatan manusia,” jelas Ustadz Bambang.

Menurutnya, ajaran tersebut mengandung nilai sopan santun, menjaga privasi, serta menghindari perbuatan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni rumah. Adab sederhana ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap sesama, termasuk kepada suami, tetapi juga sebagai bentuk pengamanan diri.

Sementara itu, dalam sesi nasihat, Wakil Ketua DPW LDII Papua Barat Jati Winasis, mengingatkan para ibu dan remaja putri agar memanfaatkan kehidupan di dunia untuk meningkatkan amal ibadah sebagai bekal menuju akhirat. “Lebih baik kita merasa lelah dan repot di dunia, agar kelak di akhirat kita merasa nyaman dan tenang. Jangan sampai sebaliknya, karena kehidupan akhirat itu kekal, sementara waktu kita di dunia sangat terbatas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap amal kebaikan dapat diniatkan untuk membantu keluarga yang telah wafat, sehingga pahala amal jariyah tetap mengalir meskipun mereka telah menghadap Allah SWT.

Pengajian An-Nisa ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan LDII Manokwari dalam memperkuat pemahaman Al-Qur’an serta membangun karakter muslimah yang berakhlak dan beradab dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.