LDII Manado Ikuti “Pitutur Cinta” BNPT, Teguhkan Nilai Kasih dan Toleransi dalam Bingkai NKRI

 

Manado (22/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Manado mengikuti kegiatan Pitutur Cinta: Implementasi Ajaran Agama dalam Bingkai NKRI dengan Semangat Cinta Kasih, yang diselenggarakan Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (29/10).

Dekan IAIN Manado, Arhanuddin Salim, dalam paparannya menyampaikan materi Kurikulum Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama RI. Ia menegaskan bahwa nilai cinta dan damai harus ditanamkan sejak lingkup terkecil.

“Damai itu harus dimulai dari keluarga, lalu berkembang ke masyarakat, bangsa, dan negara. Jika cinta tumbuh di setiap lapisan, maka negara akan kuat dan harmonis,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Sholehuddin, Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta sekaligus Direktur Pusat Kajian Moderasi Beragama, menekankan bahwa semua agama mengajarkan kasih sayang sebagai fondasi kehidupan sosial.

“Pesan damai dalam ajaran agama harus dibumikan. Cinta kasih, saling menghargai, dan kerja sama lintas iman adalah ibadah sosial yang memperkokoh persatuan bangsa,” tuturnya.

Ketua DPD LDII Kota Manado, Danu Wijaya, menyatakan bahwa nilai cinta telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Utara. “Mapalus dan gotong royong adalah wujud pitutur cinta yang hidup di masyarakat. Radikalisme lahir dari hilangnya cinta, maka nilai kasih harus terus kita tanamkan,” katanya.

Ia menambahkan, LDII Manado secara konsisten menanamkan nilai kasih, empati, dan tanggung jawab sosial melalui Program 29 Karakter Luhur Generus LDII.

“Melalui pembinaan keluarga, pengajian pencerahan, dan pendidikan karakter, LDII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dipimpin Ketua FKPT Sulawesi Utara Johnny Suak, S.E., M.Si., dan diikuti tokoh lintas agama, akademisi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Forum ini bertujuan memperkuat moderasi beragama, menanamkan nilai kasih, serta mempererat persaudaraan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.

Kegiatan Pitutur Cinta berlangsung dalam suasana dialog lintas iman, mencerminkan semangat persaudaraan dalam keberagaman sebagai fondasi persatuan bangsa.

Oleh: Ridwan DK | S25RID | SULUT 3 (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.