Tingkatkan Silaturahim Antar Ormas Islam, Pemerintah Kukar Helat Safari Subuh ke-296

Kutai Kartanegara (7/7). Safari Subuh ke-296 Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung khidmat di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong. Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, didampingi Wakil Bupati, Rendi Solihin (29/6).
Turut hadir penggagas dan inisiator Safari Subuh, Bupati Kukar periode sebelumnya, Edi Damansyah, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Sekretaris Daerah, Sunggono, unsur Forkopimda, pejabat lintas dinas, beserta ratusan warga dari berbagai kalangan. Hadir pula Ketua LDII Kabupaten Kutai Kartanegara, Choirul Suparyitno, bersama perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam lainnya seperti Muhammadiyah, NU, Banser, serta tokoh-tokoh agama setempat.
dalam sambutannya, Aulia mengatakan, program Safari Subuh ini adalah kegiatan yang baik dan akan menjadi program lanjutan. “Kita berharap melalui kegiatan ini kita titipkan doa, semoga daerah kita Kutai Kartanegara menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dengan banyaknya warga yang hadir, semoga esok hari lebih baik dari hari ini,” ujar Bupati Aulia.

Dalam tausiah kuliah subuh, Pemateri Utama, Ustaz Harunu Rasyid menyampaikan bahwa sepanjang tujuh tahun pelaksanaan Safari Subuh, pelaksanaan ke-296 ini menjadi yang paling besar dan dihadiri warga terbanyak. “Ini yang terbesar dan terbanyak warganya, semoga terus berlanjut seperti ini,” harap Harunu.
Secara terpisah, Ketua LDII Kukar Choirul Suparyitno menyampaikan bahwa kegiatan Safari Subuh mempererat hubungan seluruh ormas keagamaan di Kutai Kartanegara melalui jalinan silaturahim sesama umat Islam. Ia juga mengapresiasi momen khusus yang dirangkai dengan ucapan terima kasih kepada Bupati sebelumnya, Edi Damansyah, dan istrinya.
“Mari kita bersama-sama mengucapkan terima kasih dan mendoakan yang terbaik untuk Busu Edi dan Emek, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya sebagai Bupati Kukar periode terdahulu,” ungkap Choirul.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, menjadi simbol ukhuwah Islamiyah dan semangat gotong royong membangun Kutai Kartanegara yang lebih baik.
Oleh: Zanami AM Ahwan Ajmal (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
