LDII Mimika Hadiri Seminar Peran Muballigh dan Guru Ngaji dalam Wujudkan Moderasi Beragama dan Toleransi

 

Timika (21/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika menghadiri seminar bertema “Peran Muballigh dan Guru Ngaji dalam Mewujudkan Nilai-nilai Moderasi Beragama dan Toleransi di Tengah Keberagaman” yang diselenggarakan di Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (23/12).

Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan pentingnya peran muballigh dan guru ngaji sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang damai dan inklusif di tengah masyarakat majemuk.

“Muballigh dan guru ngaji memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman keagamaan yang sejuk, moderat, dan toleran. Ini sangat penting bagi Mimika yang terdiri dari beragam suku, agama, dan latar belakang budaya,” ujarnya.

Ia berharap para dai dan pendidik keagamaan mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial. “Pesan keagamaan yang disampaikan harus menyejukkan, tidak memecah belah, serta mendorong umat untuk hidup rukun dan saling menghormati,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan LDII Mimika Achmadun menyampaikan bahwa seminar tersebut sejalan dengan visi LDII dalam mengembangkan dakwah yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

“LDII memandang moderasi beragama sebagai bagian penting dalam dakwah. Di tengah keberagaman Mimika, muballigh dan guru ngaji harus mampu menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan menjunjung tinggi toleransi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan perwakilan LDII Mimika, Budiono, yang menilai forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antarpendakwah dan pemangku kepentingan.

“Melalui seminar ini, kami mendapatkan penguatan wawasan dan perspektif bahwa dakwah bukan hanya soal penyampaian materi agama, tetapi juga tentang menjaga persaudaraan, persatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, forum imam, forum muballigh, forum guru ngaji, majelis taklim, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas muballigh dan guru ngaji dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan serta memperkokoh toleransi antarumat beragama. Dengan peran aktif para tokoh agama dan dukungan pemerintah daerah, Kabupaten Mimika diharapkan terus menjadi wilayah yang harmonis di tengah keberagaman.

Oleh: S29Mus_SULSEL9.1A_MUSLIMIN_081343923860 (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.